- by admin
- Oct 17, 2024
Anggota Dewan Gubernur ECB Martin Kocher mengatakan bank sentral condong
menaikkan suku bunga pada pertemuan 10–11 Juni karena konflik Iran
mendorong kenaikan biaya energi dan menambah tekanan inflasi. Kocher menilai
inflasi kemungkinan lebih tinggi tahun ini dari perkiraan sebelumnya; pembuat
kebijakan mempertimbangkan antara mempertahankan atau menaikkan suku
bunga. Kenaikan harga minyak setelah konflik (gangguan pengiriman lewat Selat
Hormuz) membuat pasar menilai ulang ekspektasi kebijakan moneter ECB.
Kocher menegaskan ketidakpastian tinggi dan tidak memberi petunjuk kebijakan
pasti sebelum pertemuan, namun data menunjukkan ekonomi zona euro relatif
tangguh meski pertumbuhan kuartal pertama lebih lemah dari perkiraan.
Proyeksi ekonomi terbaru ECB yang dirilis pada pertemuan Juni diperkirakan
akan menjadi faktor utama dalam keputusan kebijakan.
Kevin Hassett: Berakhirnya Perang Dengan Iran Dapat Membuka
Ruang Bagi Penurunan Suku Bunga Fed
Kevin Hassett, kepala penasihat ekonomi Gedung Putih, mengatakan penurunan
harga minyak setelah potensi kesepakatan AS–Iran akan memberi ruang bagi
The Fed menurunkan suku bunga. Hassett memperkirakan harga energi akan
“anjlok” segera setelah ada kesepakatan, yang dapat menurunkan inflasi; ia tetap
menghormati independensi The Fed dan memuji penunjukan Kevin Warsh
sebagai ketua baru. Ia menyebut lonjakan harga energi sebagai pemicu utama
percepatan inflasi, meski inti inflasi (tanpa makanan dan energi) juga meningkat;
CPI total AS naik 3,8% pada April, CPI inti naik 2,8%.