- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas turun mendekati $4.419 pada pembukaan karena rencana invasi
darat AS memicu risiko di Timur Tengah. Kekhawatiran akan meluasnya konflik
Iran telah mendorong harga minyak global dan membangkitkan kekhawatiran
inflasi. Presiden AS Trump menyatakan keyakinannya bahwa Washington akan
segera mencapai kesepakatan dengan Iran. Namun demikian, hal itu belum
dikonfirmasi dengan pihak Iran.
Ulasan Analisa Fundamental: Harga emas dibuka turun lebih dari 1%
mendekati $4.419,00 pada hari Senin, karena harga minyak telah meningkat di
atas $102/barell, hampir 3% karena kekhawatiran akan meluasnya konflik di
Timur Tengah. Secara teoritis, ekspektasi inflasi global yang meningkat memaksa
bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil dalam jangka
waktu yang lebih lama atau memperketat kondisi moneter, yang mengurangi
permintaan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, seperti emas.
Kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut dalam perang Timur Tengah dipicu oleh
ekspektasi bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan invasi darat
ke Iran. Sebelumnya Wall Street Journal (WSJ) menunjukkan bahwa Pentagon
AS akan mengirimkan 10.000 pasukan tambahan ke Iran. Sebagai tanggapan,
Brigadir Jenderal Iran Ebrahim Zolfaqari memperingatkan di televisi pemerintah
Iran bahwa "pasukan AS akan menjadi makanan yang baik bagi hiu-hiu Teluk.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Jumat, harga emas kembali
rebound di level $4555, trend nampaknya moderat. Tekanan terhadap emas
kembali muncul karena konflik masih berlanjut. Harga emas gagal menembus
level resistance $4602/onz dan berbalik ke level $4419. Pergerakan emas
bergantung perkembangan Timur Tengah. kenaikan menguji resistance $4475,
$4533 bila negosiasi benar terjadi. Sementara supportnya $4410, $4375, $4350
hingga $4305. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4530 hingga $4350.