- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas merosot pada hari Kamis karena investor merasa bingung dengan
kondisi yang terjadi saat ini. Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai
keadaan pembicaraan damai Iran dianggap tidak sesuai kenyataan, sementara
dolar AS yang kuat juga menekan harga emas batangan. Emas batangan bukan
lagi aset safe haven, kendati naik kembali di atas $4.500/oz setelah koreksi
tajam dan Kembali tertekan di $4351 hingga jumat pagi.
Ulasan Analisa Fundamental: Dolar menguat (indeks DXY naik) jadi safe-
haven utama saat konflik Iran; emas saat ini dianggap sudah mahal buat
pembeli luar AS. Kekhawatiran inflasi energi picu spekulasi the Fed pertahankan
kebijakan hawkish, sementara itu pasar memprediksi potensi naiknya suku
bunga meningkat 38% pada Desember.
Di sisi lain, turunnya harga emas terus didukung oleh naiknya imbal hasil obligasi
AS, arah kebijakan the Fed yang hawkish karena ancaman inflasi yang tinggi.
Namun demikian pola bullish emas masih dapat dipertahankan bisa mampu
bergerak di atas $4.500. Sementara itu, pernyataan Trump di cabinet Tambah
Ketidakpastian: Iran "memohon" kesepakatan tapi "belum tentu"; malamnya
tweet perpanjang jeda serang energi Iran 10 hari, klaim negosiasi "sangat baik".
Iran kirim respons proposal 15 poin AS (via Tasnim), tunggu balasan
Washington, saham AS turun, minyak naik.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Kamis, harga emas kembali
rebound di level $4544. Tekanan terhadap emas kembali muncul karena konflik
masih berlanjut. Harga emas gagal menembus level resistance $4602/onz dan
berbalik ke level $4351. Pergerakan emas bergantung perkembangan Timur
Tengah kenaikan dapat terjadi menguji $4475, $4505 bila negosiasi benar
terjadi. Sementara supportnya $4351, $4305, $4265 hingga $4221. Emas
diperkirakan turun dan bergerak dalam range antara $4475 hingga $4265.