- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikan mendekati $4.230 pada awal sesi
perdagangan Asia hari Selasa, mencapai level tertinggi hampir enam minggu.
Penguatan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga AS
setelah data PMI Manufaktur AS yang menunjukkan kontraksi sembilan bulan
berturut-turut dan melewati estimasi pasar, dengan PMI turun menjadi 48,2
pada November.
Ulasan Analisa Fundamental: Penurunan suku bunga diperkirakan akan
dapat mendorong naiknya harga emas, namun hal itu dapat terbatasi karena
membaiknya faktor geopolitik yang turut mendukung emas. Di sisi lain,
permintaan emas fisik di Tiongkok melemah akibat harga yang tinggi dan beban
pajak yang meningkat, yang berpotensi menekan harga emas.
Data makro AS yang akan dirilis minggu ini, termasuk laporan ADP, PMI Jasa
ISM, dan inflasi PCE, akan menjadi kunci bagi pergerakan dolar AS dan harga
emas. Data lebih kuat bisa menguatkan dolar dan menekan harga emas dalam
jangka pendek. Secara keseluruhan, data ekonomi AS masih menunjukan
perlambatan, kendati hal itu masih dalam kategori solid dibanding negara-negara
lain. Di sisi lain, dalam pidatonya pagi ini ketua the Fed Jerome Powell pagi ini
pukul 08.00 WIB dalam pidatonya menekankan bahwa kebijakan suku bunga
bulan ini akan memperhatikan data PCE Inflation yang akan dirilis.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Senin, harga emas sempat
naik menyentuh resistance $4264/onz. Narasai pemangkasan bunga masih
menjadi faktor yang menekan dolar, namun pidato Powel pagi ini membatasi
kenaikan. Data PCE Inflasi Jumat menjadi perhatian utama. Support emas saat
ini di level $4199, $4183 hingga $4167. Sementara naiknya emas menguji
resistance $4244*, $4256 hingga $4266. Range harga diperkirakan dalam
rentang antara $4183 hingga $4256.40. Data PCE Inflation menjadi perhatian.