Jumat, Maret 13, 2026 15:41:23 Jakarta, Indonesia

Beige Book Fed: Belanja Konsumen AS Terus Merosot Karena Shutdown


Beige Book Fed: Belanja Konsumen AS Terus Merosot Karena Shutdown
Beige Book Fed: Belanja Konsumen AS Terus Merosot Karena Shutdown
443 views

Bloomberg, Federal Reserve (The Fed) mengatakan aktivitas ekonomi AS relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir, meski belanja konsumen secara keseluruhan terus menurun, kecuali di kalangan konsumen kelas atas.

Menurut survei Beige Book bank sentral AS terhadap kontak pelaku bisnis regional yang dirilis Rabu waktu setempat, jumlah lapangan kerja sedikit menurun dan harga-harga naik secara moderat.

"Prospek secara keseluruhan relatif stabil," ujar The Fed. "Beberapa kontak [pelaku bisnis] mencatat risiko meningkatnya perlambatan aktivitas dalam beberapa bulan mendatang, sementara beberapa optimisme tercatat di kalangan produsen."

Laporan ini didasarkan pada informasi yang dikumpulkan oleh 12 bank regional The Fed hingga 17 November dan disusun oleh The Fed Dallas.

Beberapa distrik, termasuk New York, Atlanta, dan Minneapolis, melaporkan bahwa pengeluaran konsumen berpenghasilan tinggi cukup tangguh, tetapi melemah di kalangan rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah.

"Para kontak mencatat bahwa pelanggan berpenghasilan tinggi tidak terkendala, tetapi 'pelanggan di spektrum keuangan menengah hingga bawah sedang berhemat,' kata salah satu kontak," beber The Fed Minneapolis.

Para pembuat kebijakan The Fed berbeda pendapat mengenai apakah akan mempertahankan atau menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang. Laporan ini memberikan bahan pertimbangan bagi kedua kubu pejabat yang berdebat mengenai kebijakan saat ini.

Lowongan Kerja Ditangguhkan

Meski ada lonjakan pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHK), lebih banyak distrik melaporkan bahwa perusahaan menerapkan taktik penghematan tenaga kerja, seperti penangguhan lowongan kerja dan pengurangan karyawan secara alami, alih-alih memangkas tenaga kerja secara langsung.

Terkait harga, tarif masih menjadi kekhawatiran bagi pelaku bisnis, terutama di sektor manufaktur dan ritel, yang melaporkan membesarnya tekanan biaya input. Beberapa perusahaan melaporkan margin lebih ketat atau tekanan keuangan terkait tarif, tetapi yang lain juga mengatakan harga telah turun karena permintaan berkurang dan tarif ditunda atau dikurangi.

"Ke depannya, sebagian besar kontak pelaku bisnis memperkirakan tekanan biaya akan terus berlanjut, tetapi rencana untuk menaikkan harga dalam waktu dekat bervariasi," ungkap The Fed.

Kenaikan upah secara umum sejalan dengan target inflasi The Fed dalam beberapa bulan terakhir. Namun, laporan tersebut menyebut perusahaan di sektor manufaktur, konstruksi, dan kesehatan mengalami "tekanan upah yang moderat."

Perusahaan penyedia tenaga kerja di distrik Philadelphia mengatakan bahwa kebijakan imigrasi, yang secara drastis memperlambat jumlah pekerja baru masuk ke negara tersebut, membuat banyak manajer menaikkan upah untuk bersaing agar jumlah pekerjanya lebih sedikit.

Dampak Shutdown

Laporan ini sebagian besar disusun selama penutupan pemerintah (government shutdown), yang berakhir pada 12 November. Laporan mencatat bahwa sejumlah peritel mengatakan shutdown tersebut berdampak negatif terhadap konsumsi.

Organisasi masyarakat melaporkan ada juga peningkatan permintaan bantuan pangan, sebagian disebabkan oleh gangguan dalam distribusi tunjangan SNAP selama pemerintahan tutup.

Laporan anekdotal tentang kondisi bisnis dan konsumen menarik lebih banyak perhatian dalam beberapa bulan terakhir karena shutdown mengganggu pengumpulan dan pelaporan data ekonomi penting.

Para pejabat The Fed baru akan memperoleh sebagian besar angka pasar tenaga kerja dan inflasi Oktober dan November setelah pertemuan mereka pada Desember.

Kurangnya data resmi nasional telah berkontribusi pada perpecahan di antara para pejabat The Fed mengenai apakah akan menurunkan suku bunga bulan depan.

Spekulasi pasar untuk pertemuan Desember berfluktuasi antara pemotongan dan pertahankan suku bunga. Padahal peluang penurunan suku bunga kini mencapai sekitar 80% setelah dua pembuat kebijakan yang sering sejalan dengan preferensi Gubernur Jerome Powell mengisyaratkan akan mendukung pemotongan suku bunga.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like