Harga minyak Rebound dari level terendah tiga bulan saat pasar menunggu detail kesepakatan AS–Iran


Harga minyak Rebound dari level terendah tiga bulan saat pasar menunggu detail kesepakatan AS–Iran
Harga minyak Rebound dari level terendah tiga bulan saat pasar menunggu detail kesepakatan AS–Iran
14 views

Harga minyak kembali rebound dalam perdagangan Asia pada Selasa, setelah sesi sebelumnya turun ke level terendah tiga bulan, karena investor menantikan rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan antara AS dan Iran yang diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz.

Pada pukul 20:08 ET (00:08 GMT), kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 0,7% ke $83,71$83,71 per barel, sementara kontrak WTI untuk Juli naik 0,9% menjadi $81,44$81,44 per barel.

Kedua patokan tersebut anjlok hampir 5% pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan nota kesepahaman dengan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik berbulan-bulan dan memulihkan arus pengiriman melalui Selat Hormuz. Penurunan itu menghapus sebagian besar premi risiko geopolitik yang terakumulasi selama ketegangan di Teluk, membawa Brent dan WTI ke level terendah sejak Maret.

Pasar kini fokus pada jadwal implementasi perjanjian dan seberapa cepat ekspor minyak dapat kembali ke tingkat normal. Para pejabat AS dan Iran dijadwalkan menghadiri upacara penandatanganan resmi di Jenewa pada hari Jumat.

Meski reaksi pasar awal bersifat positif, analis memperingatkan bahwa ketidakpastian masih cukup besar. Pertanyaan utama meliputi keamanan maritim, besaran biaya asuransi, dan kecepatan kapal yang sebelumnya terdampar kembali bisa beroperasi. Beberapa lembaga memperingatkan bahwa pemulihan pasokan dan normalisasi rute pengiriman bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Tekanan tambahan datang dari pengurangan proyeksi permintaan global oleh OPEC. Pekan lalu OPEC menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak untuk 2026 menjadi sekitar 970.000 barel per hari, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,17 juta barel per hari, menambah sentimen bearish pasar.

Persediaan minyak telah menurun signifikan selama penutupan Selat, sehingga setiap kemunduran dalam negosiasi atau penundaan pembukaan kembali kanal dapat segera memicu kekhawatiran pasokan dan mendorong volatilitas di pasar energi.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like

" />
Selasa, Juni 16, 2026 20:55:05 Jakarta, Indonesia