- by admin
- Oct 17, 2024
Emas kembali menguat pada hari Rabu, kembali bergerak di atas level kunci
$4.200 per ons dan membalikkan penurunan pada hari Selasa. Selera risiko yang
menguat pada ekuitas masih menjadi hambatan bagi perdagangan aset safe
haven, tetapi pelemahan Greenback yang terus berlanjut memberikan logam
mulia dukungan yang. Di sisi lain, mulai meredanya gejolak geopolitik membatasi
naiknya harga emas.
Ulasan Analisa Fundamental: Emas kembali stabil, namun masih bergerak di
atas $4.200 per ons troy pada hari Rabu. Membangkitkan minat beli karena
koreksi Indeks Dolar AS (DXY) yang bergerak di bawah level support kunci
99,00. Momentum kenaikan logam mulia juga ditopang oleh penurunan imbal
hasil obligasi pemerintah AS, yang diiringi oleh meningkatnya spekulasi akan
penurunan suku bunga 25 basis poin lagi oleh Federal Reserve (Fed) pada
pertemuan minggu depan. Sementara itu, laporan ADP menunjukkan
perusahaan swasta AS memangkas 32 ribu lapangan kerja pada bulan
November, dari kenaikan 47 ribu yang dilaporkan pada bulan sebelumnya.
Investor memiliki memiliki alasan untuk terus membeli saat harga sedang turun.
Sentimen dapat berubah jika selera risiko global tiba-tiba membaik, terutama jika
berita utama seputar perundingan damai Rusia-Ukraina mulai terasa nyata. Hal
itu dapat mengikis sebagian daya tarik logam mulia.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Rabu, harga emas sempat
naik menyentuh resistance $4241/onz. Narasai pemangkasan bunga masih
menjadi faktor yang menekan dolar, namun aksi ambil untung jelang rilis data
AS menekan emas. Hari ini Initial Jobless Claims menjadi fokus. Support emas
saat ini di level $4195, $4182 hingga $4167. Sementara naiknya emas menguji
resistance $4241*, $4256 hingga $4275. Range harga diperkirakan dalam
rentang antara $4167 hingga $4240.