- by admin
- Oct 17, 2024
Para pejabat Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga acuan mereka di level 4,25%-4,5%. Putusan ini diambil lantaran ada kekhawatiran yang meningkat bahwa ekonomi melambat dan inflasi tetap tinggi. Gubernur Jerome Powell mengakui tingginya ketidakpastian dari perubahan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang signifikan. Namun, ia menegaskan kembali bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga. Menurutnya, para pejabat The Fed bisa menunggu kejelasan lebih rinci terkait dampak kebijakan. Di sisi lain Proyeksi ekonomi baru menunjukkan pejabat The Fed menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun ini, sembari meningkatkan perkiraan inflasi. Pengangguran diperkirakan akan naik hingga 4.4% vs 4.3%. Sementara acuan inflasi diperkirakan naik menjadi 2.8% dari 2.5%.
Hal ini juga menunjukkan para pejabat terus memperkirakan penurunan suku bunga sebesar setengah poin persentase tahun ini, menurut estimasi median, yang menyiratkan pengurangan suku bunga sebesar seperempat poin.
Meski begitu, delapan pejabat memandang satu penurunan atau lebih sedikit tahun ini, menandakan para pembuat kebijakan bertekat setidaknya untuk saat ini untuk menekan inflasi, bahkan jika pertumbuhan melambat. Powell mengatakan prospek kebijakan moneter tidak berubah sebab perkiraan pertumbuhan yang lebih rendah dan inflasi yang lebih tinggi saling menyeimbangkan.
"Ketidakpastian seputar prospek ekonomi telah meningkat," kata komite tersebut dalam pernyataan pasca-pertemuan. Para pejabat juga menarik kembali pernyataan sebelumnya bahwa risiko untuk mencapai target ketenagakerjaan dan inflasi secara kasar seimbang.
Para pejabat menaikkan estimasi median untuk inflasi inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang bergejolak, pada akhir tahun ini menjadi 2,8% dari 2,5%. Prospek mereka untuk pertumbuhan ekonomi 2025 turun menjadi 1,7% dari 2,1%. Mereka menaikkan estimasi pengangguran menjadi 4,4% pada akhir tahun ini, dari 4,3% pada Desember.
Gambaran Berubah
Para pejabat The Fed menahan suku bunga tahun ini setelah memangkasnya sebesar satu poin persentase pada bulan-bulan terakhir tahun 2024. Sejak Desember, mereka telah mengisyaratkan keinginan mendapat lebih banyak perkembangan pada inflasi, dan kejelasan lebih lanjut tentang dampak kebijakan Trump, sebelum mereka mempertimbangkan langkah lain.
Sejak saat itu, inflasi tetap tinggi, sedangkan ekspektasi konsumen pada pertumbuhan harga di masa mendatang terus meningkat di tengah perang dagang yang makin memanas. Pengeluaran sudah melemah, dan kepercayaan konsumen merosot tajam.
Powell mengatakan peluang resesi meningkat, tetapi tidak tinggi. Dia menunjuk data yang lemah secara khusus, seperti sentimen, sebagai kekhawatiran, tetapi menggarisbawahi penekanan The Fed pada data yang kuat.
Dia menolak data dari Universitas Michigan yang menunjukkan ekspektasi inflasi jangka panjang meningkat tajam, menyebutnya sebagai "outlier."
"Kami memahami sentimen sudah turun cukup tajam, tetapi aktivitas ekonomi belum melemah, oleh karena itu kami mengamatinya dengan hati-hati," kata Powell. "Saya akan memberi tahu orang-orang bahwa ekonomi tampaknya sehat."
Investor bereaksi negatif terhadap perang dagang yang meningkat dan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan, di mana Indeks S&P 500 jatuh lebih dari 10% sejak pertengahan Februari sebelum memangkas sebagian kerugian tersebut.
Pemerintahan Trump tidak berbuat banyak untuk meredakan kekhawatiran resesi. Pada 9 Maret, Trump mengatakan bahwa ekonomi AS sedang dalam "masa transisi." Menteri Keuangan Scott Bessent menilai ekonomi AS dan pasar keuangan butuh "detoksifikasi."
Neraca Keuangan
The Fed juga mengatakan, mulai April, mereka akan menurunkan batas bulanan jumlah Treasury di neraca keuangannya, yang bisa saja jatuh tempo tanpa diinvestasikan kembali, menjadi US$5 miliar dari US$25 miliar. Artinya, batas atas sekuritas yang didukung hipotek tidak berubah menjadi US$35 miliar. Waller lebih memilih melanjutkan langkah saat ini. Selama pertemuan komite pada Januari lalu, beberapa pejabat memandang mungkin tepat untuk mempertimbangkan penghentian sementara atau memperlambat penarikan saldo neraca keuangan The Fed hingga pemerintah federal tidak lagi menghadapi pagu utang, batas hukum untuk utang Treasury yang belum dilunasi. AS mencapai batas tersebut pada Januari. The Fed pertama kali mulai memperlambat laju penyusutan portofolio asetnya pada Juni — upaya untuk meredakan potensi tekanan pada suku bunga pasar uang.