- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas Kembali berpeluang terkoreksi di pasar Asia dari level tertinggi dua
minggu di sekitar $3.400 karena permintaan Dolar AS naik. Namun,
kekhawatiran atas upaya Presiden Trump untuk memecat Gubernur Federal
Reserve Lisa Cook dan ancaman tarif baru AS membuat harga emas tidak turun
terlalu dalam. Dari sisi fundamental, hari ini para pelaku pasar akan mengamati
laporan revisi GDP Q2 dan data Core PCE AS yang menjadi acuan bagi inflasi AS.
Ulasan Analisa Fundamental: Konflik antara Trump dan The Fed membuat
Dolar AS sulit menguat, sehingga harga emas yang biasanya berbanding terbalik
dengan Dolar cenderung mendapat dukungan ketika Dolar melemah. Selain itu,
ancaman tarif tinggi terhadap Tiongkok dan India juga meningkatkan
kekhawatiran ekonomi, yang bisa membuat investor memilih emas sebagai aset
aman. Harga emas cenderung turun akan dibeli kembali oleh investor mencari
harga lebih murah. Namun, jika Dolar AS pulih dan menguat, kenaikan harga
emas akan terbatas. Pasar juga menunggu data inflasi PCE AS pada hari Kamis
dan Jumat untuk melihat langkah selanjutnya dari The Fed, yang akan
memengaruhi pergerakan harga emas. Bila laporan data inflasi AS mengalami
peningkatan, maka hal itu dapat membantu dolar untuk pulih. Namun
seballiknya bila inflasi dirilis turun, maka hal itu dapat semakin meyakinkan
prospek pemangkasan suku bunga yang lebih berani.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Rabu, harga emas koreksi di
pasar Asia, namun melanjutkan kenaikan di pasar AS. Nampaknya hari ini, trend
bullish masih berlanjut dengan resistance $3405, namun bila terlewati area
tersebut, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menguji $342 hingga $3435
(Daily triangle). Di sisi lain, penurunannya menguji support $3386, $3383 hingga
$3371. Range pergerakan pasar diperkirakan dalam rentang antara $3383.50
hingga $3422.20.