- by admin
- Oct 17, 2024
Harga minyak global melemah dalam perdagangan Rabu (di Asia) seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, meski kekhawatiran pasokan masih ada dan inventaris AS tergerus tajam.
Pada pukul 00:23 GMT, kontrak berjangka Brent Juli turun 1,2% menjadi $108,60/barel, sedangkan WTI terkoreksi 1,4% ke $100,88/barel. Kedua kontrak sebelumnya telah ปิด sesi Selasa dengan penurunan 4%.
Penurunan ini dipicu pengumuman Presiden Donald Trump yang menangguhkan sementara "Proyek Kebebasan" (Project Freedom)—operasi militer untuk mengamankan lalu lintas melalui Selat Hormuz. Trump menyatakan langkah ini diambil untuk melihat apakah "perjanjian lengkap dan final" dengan Iran dapat diselesaikan, meski blokade angkatan laut AS tetap dipertahankan.
"Kami sepakat, meskipun Blokade tetap berlaku penuh, Proyek Kebebasan akan dihentikan sementara untuk melihat apakah Perjanjian dapat diselesaikan," tulis Trump di media sosial.
Penghentian operasi ini berkebalikan dengan eskalasi awal pekan ketika Iran melancarkan serangan rudal ke kapal dan infrastruktur energi regional (termasuk UEA), memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
Meski premi risiko geopolitik mereda, penurunan inventaris AS memberikan 支撑 (support) terhadap harga:
Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan penarikan stok minyak mentah AS sebesar 8,1 juta barel pekan lalu.
Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar, yang menandakan permintaan kuat dan pasokan yang terbatas.
Kombinasi antara sentimen geopolitik yang membaik dan fundamental pasokan yang ketat menciptakan dinamika pasar yang kompleks bagi investor komoditas.