Harga Minyak Naik Karena Iran Menolak Proposal AS Untuk Mengakhiri Perang


Harga Minyak Naik Karena Iran Menolak Proposal AS Untuk Mengakhiri Perang
Harga Minyak Naik Karena Iran Menolak Proposal AS Untuk Mengakhiri Perang
171 views

 

Investing.com -- Harga minyak sedikit naik dalam perdagangan Asia Kamis (26/3/2026) di tengah pernyataan bertentangan soal de-eskalasi Timur Tengah, saat Iran tinjau proposal AS untuk akhiri perang. Pada 00:31 GMT, Brent Mei +0,8% ke $103,02/barel (update terbaru: $103,35 +1,1%), WTI +1% ke $91,20/barel ($91,40 +1,2%)—pulih dari turun >2% Rabu.

Pasar timbang sinyal diplomatik Teheran: pejabat tinjau proposal AS 15 poin hentikan permusuhan, belum terima/tolak langsung, picu harapan hati-hati de-eskalasi. Iran bantah negosiasi langsung dengan Washington, tekankan perbedaan besar—kekurangan kejelasan bikin trader gelisah.

Volatilitas Akibat Konflik Teluk

Harga fluktuatif berminggu-minggu karena gangguan aliran energi Teluk (20% pasokan global); Brent pernah >$119 awal Maret akibat kekhawatiran Hormuz—jalur vital ~1/5 minyak dunia. Rabu, harga turun pasca laporan negosiasi kurangi premi risiko geopolitik; Kamis rebound saat Iran usul balik 5 poin (ganti rugi, kedaulatan Hormuz).

Washington awasi ketat, ancam tindakan keras jika Iran tak konstruktif—Trump sebut diskusi berlangsung sambil kerahkan 3.000 pasukan 82nd Airborne. China dorong Iran negosiasi; survei Deutsche Bank prediksi gencatan senjata April, tapi Hormuz normalisasi lama, Brent ~$100 beberapa bulan lagi.

Implikasi Pasar

Volatilitas ini tekan saham stabil (S&P futures ~6.639), tapi untungkan komoditas Anda (emas/perak naik safe-haven); RBA peringatkan inflasi energi global. Ancaman Hormuz tutup bisa lonjak harga >$120 lagi—pantau mediator Pakistan/Turki untuk update.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like

" />
Jumat, April 17, 2026 11:27:24 Jakarta, Indonesia