- by admin
- Oct 17, 2024
Investing.com -- Harga minyak sedikit naik dalam perdagangan Asia Kamis (26/3/2026) di tengah pernyataan bertentangan soal de-eskalasi Timur Tengah, saat Iran tinjau proposal AS untuk akhiri perang. Pada 00:31 GMT, Brent Mei +0,8% ke $103,02/barel (update terbaru: $103,35 +1,1%), WTI +1% ke $91,20/barel ($91,40 +1,2%)—pulih dari turun >2% Rabu.
Pasar timbang sinyal diplomatik Teheran: pejabat tinjau proposal AS 15 poin hentikan permusuhan, belum terima/tolak langsung, picu harapan hati-hati de-eskalasi. Iran bantah negosiasi langsung dengan Washington, tekankan perbedaan besar—kekurangan kejelasan bikin trader gelisah.
Harga fluktuatif berminggu-minggu karena gangguan aliran energi Teluk (20% pasokan global); Brent pernah >$119 awal Maret akibat kekhawatiran Hormuz—jalur vital ~1/5 minyak dunia. Rabu, harga turun pasca laporan negosiasi kurangi premi risiko geopolitik; Kamis rebound saat Iran usul balik 5 poin (ganti rugi, kedaulatan Hormuz).
Washington awasi ketat, ancam tindakan keras jika Iran tak konstruktif—Trump sebut diskusi berlangsung sambil kerahkan 3.000 pasukan 82nd Airborne. China dorong Iran negosiasi; survei Deutsche Bank prediksi gencatan senjata April, tapi Hormuz normalisasi lama, Brent ~$100 beberapa bulan lagi.
Volatilitas ini tekan saham stabil (S&P futures ~6.639), tapi untungkan komoditas Anda (emas/perak naik safe-haven); RBA peringatkan inflasi energi global. Ancaman Hormuz tutup bisa lonjak harga >$120 lagi—pantau mediator Pakistan/Turki untuk update.