- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas mengalami koreksi di dekat $5.035 selama sesi awal Asia pada hari
Selasa. Turunnya harga emas di tengah membaiknya sentimen risiko dan
beberapa aksi ambil untung. Para pedagang bersiap untuk mengantisipasi data
ekonomi AS yang penting hari Rabu, termasuk laporan pekerjaan dan inflasi
yang tertunda. Selain itu hasil pertemuan antara AS – Iran pekan ini juga masih
menjadi perjatian pasar.
Ulasan Analisa Fundamental: Logam mulia naik karena melemahnya Dolar
AS (USD) kendati suasana pasar secara umum optimis. Penurunan USD dimulai
di Asia dan diakibatkan oleh penguatan Yen Jepang (JPY) setelah hasil
melakukan pemilihan lokal. Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi menyerukan
pemilihan cepat bulan lalu, untuk mencari dukungan yang lebih besar bagi
kebijakannya. Hasilnya di luar dugaan karena Partai Demokrat Liberal (LDP)
mengamankan 316 dari 465 kursi di majelis rendah, pertama kalinya sebuah
partai memenangkan dua pertiga dari majelis sejak parlemen didirikan. Selain
itu, pasar keuangan hampir tidak memiliki informasi yang dapat diandalkan.
Investor menunggu data Amerika Serikat (AS). Data laporan Nonfarm Payrolls
(NFP) Januari pada hari Rabu, dan angka Indeks Harga Konsumen (CPI) pada
hari Jumat. Perkembangan hasil negosiasi antara AS – Iran juga turut menjadi
perhatian pasar ditengah rilis data penting AS.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Senin, harga emas bergerak
naik ke level $5086/onz. Di pasar Asia hari Selasa, pasar kembali melakukan aksi
ambil untung hingga menekan emas ke level $4987. Namun demikian,
ketidakpastian masih tinggi mengingat pasar menanti hasil dari nogosiasi AS-Iran
pekan ini. harga emas menguji resistance $5090, $5112 (fibo 61.8%), hingga
$5142. sementara itu, koreksi tertahan di support $4987/onz, $4965 hingga
$4920. Emas diperkirakan bergerak dalam rentang antara $4920 hingga $5142.