- by admin
- Oct 17, 2024
Emas telah mencetak rekor tertinggi baru di atas $3.000, memanfaatkan arus safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada hari Jumat, harga emas (XAU/USD) mencapai puncak baru di $3.004,86, mencatatkan kenaikan mingguan lebih dari 2,5%. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan permintaan akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang semakin ketat, yang meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan mendorong investor untuk mencari perlindungan dalam aset aman seperti emas.
Kenaikan harga emas juga dipicu oleh reaksi pasar terhadap kebijakan tarif yang diumumkan oleh Trump, termasuk rencana untuk mengenakan tarif tinggi pada produk Eropa seperti anggur dan sampanye. Hal ini menambah ketidakpastian di pasar dan mendorong pelaku pasar untuk beralih ke emas sebagai aset safe haven. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS mencapai level tertinggi lima hari sebelum mengalami penurunan. Dalam konteks ini, perhatian pasar kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve yang akan datang, di mana diperkirakan tidak akan ada perubahan suku bunga pada 19 Maret dengan peluang penurunan suku bunga sebesar 30,3% pada pertemuan 7 Mei.
Secara teknikal, harga emas menunjukkan pola bullish dengan penutupan mingguan di sekitar $2.990. Potensi kenaikan lebih lanjut akan menguji level resistance di $2.996,40 hingga $3.010. Namun, jika harga turun di bawah $2.980, ada kemungkinan koreksi dengan support berikutnya berada di $2.964 dan $2.955. Fluktuasi harga emas diperkirakan akan bergerak dalam rentang antara $2.996,10 hingga $2.955,00 hari ini.
Dengan kondisi fundamental yang kuat dan dukungan dari permintaan safe haven serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, prospek bullish untuk harga emas tampaknya masih akan berlanjut ke depan.