- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas naik dalam perdagangan Asia pada hari Kamis setelah menyentuh
level terendah dalam lebih dari enam bulan sebelumnya, di tengah meningkatnya
ketegangan di Timur Tengah dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal
Reserve AS dapat menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Harga emas spot naik
0,9% menjadi $4.118 per ons, setelah turun hingga serendah $4.023,96/ons
sebelumnya, level terlemahnya sejak akhir November.
Ulasan Analisa Fundamental: Logam mulia tersebut turun lebih dari 4% pada
sesi sebelumnya. Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran
semalam, meningkatkan konflik yang telah mengguncang pasar keuangan global
dan mendorong harga minyak naik tajam. Iran menanggapi dengan
mengumumkan penghentian semua lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, jalur
utama untuk pengiriman energi global, meningkatkan kekhawatiran tentang
gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan. Di sisi lain, data pada hari
Rabu menunjukkan harga konsumen AS naik 4,2% pada bulan Mei dibandingkan
tahun sebelumnya, laju tercepat dalam tiga tahun, sebagian besar didorong oleh
biaya energi yang lebih tinggi. Investor kini menunggu data harga produsen AS
yang akan dirilis Kamis, untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek inflasi dan
jalur kebijakan The Fed. Bagaimanapun arah harga emas bergantung dari
kondisi terupdate dari Timur Tengah, karena trend turun bisa seketika berbalik.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Kamis, di pasar Asia harga
emas rebound $4118, tekanan terjadi setelah aksi saling serang AS dan Iran.
Pasar khawatir akan ada babak baru konflik. Prediksi naiknya suku bunga the
Fed dan serangan AS, menekan emas. Resistance emas saat ini di $4118, $4141
hingga $4186. Sementara turunnya emas menguji support $4023/onz, $3995,
$3965. Emas hari ini, diperkirakan bergerak dalam range antara $4118 hingga
$3965.