- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas naik hingga sekitar $4.500 pada sesi awal Asia hari Rabu. Gejolak di
Venezuela meningkatkan aliran dana ke emas. Di satu sisi, pasar mengantisipasi
setidaknya dua kali penurunan suku bunga Fed sebesar seperempat poin.
Namun demikian, para pelaku pasar masih akan memperhatikan bagaimana
perkembangan data tenaga kerja AS di akhir pekan ini. Sementara itu adanya
kesepakatan Trump dan Venezuela dapat memicu aksi ambil untung.
Ulasan Analisa Fundamental: Logam mulia naik lagi lebih dari 1% pada hari
selasa karena ketegangan geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga AS
menjaga permintaan emas tetap tinggi. Laporan Indeks Manajer Pembelian Jasa
ISM AS (PMI) dan Composite dirilis lebih rendah semalam. Di sisi lain, Maduro
yang telah ditangkap oleh AS pada hari Senin mengaku tidak bersalah atas
tuduhan AS dalam kasus terorisme narkoba terhadapnya. Ketidakpastian dalam
krisis Venezuela dapat mendukung emas dalam jangka pendek. Di satu sisi,
sebagian besar pejabat Federal Reserve (Fed) melihat penurunan suku bunga
lebih lanjut sebagai hal yang tepat. Selanjutnya, Perhatian beralih ke laporan
ketenagakerjaan AS pada hari Jumat. Ekonomi AS diperkirakan akan mengalami
penambahan 55.000 lapangan kerja, sementara Tingkat Pengangguran
diproyeksikan akan turun menjadi 4,5%. Jika laporan menunjukkan hasil yang
lebih kuat dari perkiraan, ini dapat mendukung Dolar AS.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Rabu, harga emas bergeak
naik ke $4500/onz. Hari ini, naiknya harga emas masih merespon faktor
geopolitik AS - Venezuela. Sementara di pasar Asia, terjadi aksi ambil untung dan
mendorong harga emas turun ke level support $4455, $4427 hingga $4400.
semntara naiknya emas menguji resistance $4500, $4524, hingga $4549.
penurunan emas nampaknya terbatas di level support $4427/onz. Emas
diperkirakan dalam rentang antara $4524 hingga $4427.