Jumat, Maret 13, 2026 19:04:02 Jakarta, Indonesia

Trump Umumkan Tarif 25% untuk Truk Impor Mulai 1 November


Trump Umumkan Tarif 25% untuk Truk Impor Mulai 1 November
Trump Umumkan Tarif 25% untuk Truk Impor Mulai 1 November
392 views

Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa tarif impor sebesar 25% akan diberlakukan untuk truk berukuran menengah dan berat mulai 1 November. Kebijakan ini menjadi perluasan terbaru dari rezim tarifnya yang bertujuan melindungi industri dalam negeri.

Kebijakan tersebut menjadi sorotan utama lobi besar-besaran dari produsen otomotif besar di Detroit. Sebelumnya, Trump sempat menyebut tarif untuk truk berat akan dimulai pada 1 Oktober, namun jadwal itu diundur setelah pemerintah menerima berbagai keberatan dari perusahaan yang khawatir terhadap dampak kebijakan tersebut.

“Mulai 1 November 2025, semua truk berukuran menengah dan berat yang masuk ke Amerika Serikat dari negara lain akan dikenakan tarif sebesar 25%,” tulis Trump melalui media sosial pada Senin (6/10), tanpa memberikan rincian tambahan.

Pengumuman ini berkaitan dengan penyelidikan yang diluncurkan Departemen Perdagangan AS pada April lalu terhadap impor truk berat. Penyelidikan tersebut dilakukan berdasarkan Section 232 dari Trade Expansion Act, yang memungkinkan pemerintah mengenakan pajak impor atas barang yang dianggap penting bagi keamanan nasional.

 

Fokus penyelidikan mencakup truk dengan bobot lebih dari 10.000 pon beserta komponennya. Departemen Perdagangan menyebut bahwa sebagian besar impor AS didominasi oleh segelintir pemasok asing yang dianggap menerapkan “praktik dagang predator.”

Tarif baru ini berpotensi menekan industri otomotif yang sudah lebih dulu terdampak tarif baja dan aluminium, serta aturan lingkungan yang semakin ketat. Kenaikan bea masuk diperkirakan akan memicu peningkatan harga kendaraan yang digunakan di sektor logistik, konstruksi, hingga layanan publik.

Menurut sumber yang mengetahui kebijakan ini, Stellantis NV meminta agar pemerintah memberikan keringanan atau pengecualian tarif bagi truk menengah merek Ram yang diproduksi di Meksiko. Namun, General Motors Co dan Ford Motor Co menolak permintaan tersebut karena menilai hal itu akan memberi keuntungan biaya bagi Stellantis, sementara truk buatan AS yang menggunakan komponen impor sudah lebih dulu terkena tarif.

Meski begitu, pendukung kebijakan ini menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat industri manufaktur dalam negeri. Dalam unggahannya pekan lalu, Trump menyebut tarif baru ini diperlukan untuk “melindungi produsen truk besar Amerika dari persaingan tidak sehat dari luar negeri.”

Nick Iacovella dari Coalition for a Prosperous America, kelompok pendukung kebijakan proteksionis, menyebut rencana tarif tersebut sebagai “kemenangan besar bagi pekerja Amerika dan produsen nasional.” Menurutnya, kebijakan itu akan memperkuat sektor vital ini dan melindunginya dari kompetisi asing yang tidak adil.

Berdasarkan data Departemen Perdagangan, sekitar 245.000 truk menengah dan berat diimpor ke AS tahun lalu, dengan nilai perdagangan mencapai lebih dari 20 miliar dolar AS.

Kebijakan baru ini berpotensi berdampak luas terhadap perusahaan seperti Daimler Truck Holding AG (Freightliner), Volvo Group (Mack Trucks Inc), serta Paccar Inc (Peterbilt dan Kenworth).

International Motors LLC, sebelumnya dikenal sebagai Navistar menjadi perusahaan yang paling bergantung pada impor, dengan sekitar 98% truknya di AS berasal dari Meksiko, disusul Daimler dengan sekitar 83%. Sebaliknya, Paccar dan Volvo memproduksi hampir seluruh truk untuk pasar AS di dalam negeri.

Tarif baru tersebut menambah panjang daftar bea masuk sektoral yang diberlakukan Trump. Pemerintahannya sebelumnya telah mengenakan tarif terhadap impor baja, aluminium, tembaga, mobil, dan suku cadang otomotif. Bea tambahan terhadap kayu, kabinet dapur, meja rias, dan furnitur berlapis kain akan mulai berlaku pada 14 Oktober, dengan beberapa kenaikan tambahan dijadwalkan per 1 Januari.

Selain itu, beberapa penyelidikan Section 232 masih berlangsung terhadap berbagai produk buatan luar negeri, termasuk panel surya, pesawat komersial, semikonduktor, mineral penting, robotika, perangkat medis, dan mesin industri.

Pendekatan tarif berbasis industri ini memberi Trump ruang gerak yang lebih fleksibel, terutama di tengah gugatan terhadap kebijakan tarif berbasis negara yang diberlakukan melalui International Emergency Economic Powers Act. Mahkamah Agung AS dijadwalkan menggelar sidang terkait kebijakan tersebut pada 5 November mendatang.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like