- by admin
- Oct 17, 2024
Presiden AS Donald Trump menjadi sorotan media pada Selasa,
mempertimbangkan kemungkinan memberlakukan tarif tambahan untuk Jepang
dan tidak memperpanjang batas waktu 9 Juli yang ditetapkan sendiri untuk tarif
timbal balik yang saat ini ditangguhkan. Selain itu, Trump juga meragukan
adanya kesepakatan dengan Jepang. Jepang mungkin dikenakan tarif 30% atau
35% bila tidak sesegera mungkin menyelesaikan nogosiasi. Mungkin akan ada
kesepakatan dengan India. Disela pernyataannya, Trump juga menyampaikan
adanya beberapa pilihan sebagai kandidat calon pengganti Ketua Bank Federal
Reserve (Fed) yang baru. Terkait pernyataan prihal tarif Jepang, hal itu dapat
menghambat pemulihan dolar yang didukung oleh data ekonomi yang solid dan
pernataan dari Powell yang cenderung Hawkish.
EUR/USD Menguat Oleh Sentiment Melemahnya Dolar
RUU pajak dan imbal hasil obligasi menghentikan laju kenaikan EUR/USD. Mata
uang eropa terkoreksi setelah menyentuk level tertinggi 1.1830 karena RUU
pajak AS disetujui Senat dan imbal hasil obligasi Departemen Keuangan AS
rebound. Selain itu Data JOLTS dan ISM AS mendukung sikap tunggu dan lihat
The Fed; Powell tidak berkomitmen terkait pemotongan suku bunga Juli. Selain
itu pandanganya tentang suku bunga bergeser pada akhir tahun. Di pasar AS
euro tertekan oleh rilis data AS Survei Job Openings and Labor Turnover (JOLTS)
terbaru untuk Mei menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat, dengan
lebih banyak lowongan kerja daripada perkiraan awal. Di sisi lain, Indeks Manajer
Pembelian Manufaktur (PMI) ISM meningkat tetapi tetap berada di zona kontraksi
selama empat bulan terakhir. Selain itu sentiment negative juga menekan euro
setelah Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) membuat komentar yang menunjukkan
bahwa inflasi mulai menurun dan jalur suku bunga condong ke arah penurunan.