Jumat, Maret 13, 2026 19:03:15 Jakarta, Indonesia

Terus Memanas, Jepang Akan Kerahkan Rudal di Pulau Dekat Taiwan


Terus Memanas, Jepang Akan Kerahkan Rudal di Pulau Dekat Taiwan
Terus Memanas, Jepang Akan Kerahkan Rudal di Pulau Dekat Taiwan
421 views

Bloomberg, Menteri Pertahanan Jepang, yang mengunjungi pangkalan militer di dekat Taiwan, mengungkap penempatan rudal di pangkalan tersebut akan berjalan sesuai rencana. Ketegangan antara Tokyo dan Beijing terkait pulau di Asia Timur tersebut terus memanas.

"Penempatan misil ini dapat membantu mengurangi risiko serangan bersenjata terhadap negara kami," ujar Shinjiro Koizumi kepada wartawan pada Minggu (23/11/2025), saat mengakhiri kunjungan pertamanya ke pangkalan di Pulau Yonaguni, Jepang selatan. "Pandangan bahwa hal ini akan meningkatkan ketegangan regional tidak akurat."

Jepang berencana menempatkan rudal darat-ke-udara jarak menengah di Yonaguni, sekitar 110 kilometer di timur Taiwan, sebagai bagian dari penguatan militer yang lebih luas di gugus pulau selatannya. Langkah ini mencerminkan kekhawatiran Tokyo terhadap meningkatnya kekuatan militer China dan potensi bentrokan terkait Taiwan.

Kekhawatiran tersebut diperparah oleh perselisihan mengenai pernyataan terbaru Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi mengenai wilayah otonom tersebut, yang dianggap Beijing sebagai provinsi yang harus dikuasainya, bahkan secara paksa jika perlu.

Pada 7 November, Takaichi mengemukakan kemungkinan teoretis bahwa Jepang akan mengerahkan militernya bersama negara lain jika China menyerang Taiwan. Hal ini memicu reaksi keras dan pembalasan ekonomi dari Beijing.

Sejak itu, dia kembali ke kebijakan lama pemerintah yang telah lama berlaku agar tidak membahas skenario khusus yang mungkin melibatkan militer Tokyo. Namun, Beijing terus menuntut pernyataan tersebut ditarik. Pada Sabtu, pejabat Jepang menolak klaim China bahwa Takaichi telah mengubah posisi Jepang terkait krisis Taiwan dan menyebutnya "sama sekali tidak berdasar."

Ketika ditanya tentang potensi dampak krisis Taiwan terhadap Yonaguni, Koizumi mengatakan dia tidak akan mengomentari skenario hipotetis.

Sebelum tiba di Yonaguni, Koizumi mengunjungi pangkalan-pangkalan di Pulau Ishigaki dan Miyako. Pangkalan Ishigaki dilengkapi dengan rudal antikapal, sementara Miyako merupakan pusat pengawasan udara dan fasilitas militer lainnya, termasuk penyimpanan amunisi. Jepang dan AS juga memiliki pangkalan utama di Pulau Okinawa yang lebih besar di sebelah timur.

Sebagai destinasi wisata populer, termasuk bagi penyelam scuba, Yonaguni juga memiliki fasilitas radar pengawasan yang memindai perairan dan ruang udara di sekitarnya, serta unit perang elektronik yang diperkenalkan pada 2024 yang bisa digunakan untuk mengganggu sistem komunikasi dan panduan musuh.

Dalam beberapa pekan terakhir, militer AS mengadakan latihan untuk mengangkut pasokan dari Okinawa ke Yonaguni guna mensimulasikan pembentukan pangkalan operasi garis depan yang mungkin dibutuhkan dalam setiap krisis regional.

Saat China menanggapi kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada 2022 dengan menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar pulau tersebut, rudal balistik mendarat tepat di selatan Yonaguni, menunjukkan betapa dekatnya pulau tersebut dengan konflik perebutan kendali atas Taiwan.

Dalam pertemuan dengan Wali Kota Yonaguni, Koizumi mengatakan Jepang harus memperkuat pencegahan dengan meningkatkan kemampuan sendiri dan mempererat hubungan dengan militer AS.

"Saat ini, Jepang menghadapi lingkungan keamanan yang paling parah dan kompleks sejak Perang Dunia II berakhir," jelas Koizumi. "Untuk melindungi kehidupan damai rakyat Jepang—termasuk semua orang di Yonaguni —kita harus memperkuat kemampuan Pasukan Pertahanan Diri."

Yonaguni merupakan titik akhir gugusan pulau Ryukyu yang membentang ratusan mil dari daratan Jepang. Seiring meningkatnya ketegangan dengan China dalam beberapa hari terakhir, media pemerintah China menerbitkan artikel yang mempertanyakan kedaulatan Jepang atas pulau-pulau tersebut dan menyoroti bagaimana Kerajaan Ryukyu pernah merdeka dari Jepang beberapa ratus tahun lalu.

Hanya sedikit penduduk Pulau Ryukyu, juga dikenal sebagai Prefektur Okinawa, yang menginginkan kemerdekaan. Namun, mereka khawatir akan terlibat dalam konflik regional jika fasilitas militer di pulau-pulau tersebut menjadi sasaran.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like