- by admin
- Oct 17, 2024
Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock dijadwalkan berpidato dalam konferensi pers dan menanggapi pertanyaan media sebagai bagian dari format pelaporan baru bank sentral yang dimulai tahun ini.
RBA mempertahankan suku bunga acuan pada 4,35% untuk pertemuan kesembilan kalinya berturut-turut pada hari Selasa. Namun, bank sentral melunakkan nada hawkish-nya, mengisyaratkan sebuah perubahan dovish di awal tahun depan.
Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuannya pada 4,35% menyusul kesimpulan pertemuan kebijakan bulan Desember.
Keputusan tersebut secara luas sejalan dengan ekspektasi pasar.
RBA tidak melakukan perubahan pada pengaturan kebijakannya untuk pertemuan kesembilan berturut-turut. Bank sentral menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada November 2023.
Ringkasan pernyataan kebijakan moneter RBA
Inflasi yang mendasari tetap terlalu tinggi.
Prospek tetap tidak pasti.
Dewan mendapatkan keyakinan bahwa tekanan inflasi menurun sejalan dengan perkiraan baru-baru ini, tetapi risiko tetap ada.
Dewan akan terus mengandalkan data dan penilaian risiko yang terus berkembang untuk memandu keputusannya.
Sementara inflasi yang mendasari masih tinggi, data terbaru lainnya mengenai aktivitas ekonomi telah beragam, namun secara keseluruhan lebih lemah dari yang diperkirakan di bulan November.
Masih terdapat ketidakpastian yang tinggi mengenai prospek di luar negeri.
Tekanan upah telah mereda lebih dari yang diperkirakan pada SMP bulan November.
Dengan mempertimbangkan data terbaru, penilaian dewan adalah bahwa kebijakan moneter tetap ketat dan bekerja sesuai dengan yang diantisipasi.
Reaksi AUD/USD terhadap keputusan suku bunga RBA
Dolar Australia bergerak turun setelah jeda perubahan suku bunga diperpanjang RBA. Pasangan AUD/USD turun 0,87% pada hari ini dan diperdagangkan pada 0,6381 saat berita ini ditulis.