Jumat, Maret 13, 2026 15:59:08 Jakarta, Indonesia

Sejumlah Data Ekonomi Penting Yang Menjadi Fokus Pasar Minggu Ini


Sejumlah Data Ekonomi Penting Yang Menjadi Fokus Pasar Minggu Ini
Sejumlah Data Ekonomi Penting Yang Menjadi Fokus Pasar Minggu Ini
302 views

Suku Bunga Diperkirakan Dipangkas Dua Kali, Kendati Data
Inflasi Sulit Turun
Investor AS memperkirakan dua pemotongan suku bunga Fed sebesar 54 bps
pada akhir 2026, meski data CPI (2,7% y/y) dan PPI Desember menunjukkan
inflasi sulit turun. Dolar AS tetap kuat meskipun penyelidikan kriminal terhadap
Ketua Fed Powell oleh Departemen Kehakiman, yang disebutnya sebagai "dalih"
untuk memuluskan kebijakan pelonggaran dengan melakukan tekanan.
Agenda Utama Pekan Ini: PCE AS (Rabu): Metrik inflasi favorit Fed; data inflasi
yang sulit turun, bisa kurangi ekspektasi pemotongan suku bunga, didukung NFP
kuat dan GDPNow Atlanta Fed 5,3% QoQ.
•PMI S&P Global Januari (Jumat): Bisa konfirmasi ekonomi AS solid.
•Davos WEF: Trump hadir; diskusi tarif, Venezuela, Greenland, dan konflik
dengan Powell berpotensi pengaruhi pasar.
Para trader dolar akan pantau PCE dan Davos untuk taruhan Fed, sementara
ekspektasi pelonggaran Fed mungkin berubah jika inflasi tinggi berlanjut atau
kepemimpinan the Fed baru lebih longgar dalam penerapan kebijakan.

BoJ Putuskan Kebijakan Suku Bunga Di Tengah Pemilu Mendadak
Bank of Japan (BoJ) diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga lagi pada
pertemuan pertama 2026, terutama karena dinamika politik jelang kemungkinan
pemilu cepat di bulan Februari. Yen melemah tajam karena pasar menilai utang
berpotensi naik dan ruang gerak BoJ terikat sampai proses politik selesai.
Setelah kenaikan suku bunga bulan Desember, pasar OIS kini memproyeksikan
kenaikan berikutnya baru sekitar Juli, jeda cukup panjang. Di sisi lain, Rencana
Perdana Menteri Takaichi menggelar pemilu mendadak dengan tingkat
persetujuan sekitar 70% memicu asumsi bahwa LDP akan memperluas mayoritas
dan mendorong belanja fiskal lebih agresif. Hal ini menekan yen karena
kekhawatiran kenaikan utang dan pandangan bahwa BoJ akan menunda
pengetatan agar tidak mengganggu iklim politik.

Inflasi Inggris Berpotensi Mencapai Target BoE Lebih Cepat
Dari Perkiraan
Inflasi Inggris berpotensi mencapai target Bank of England (BoE) lebih cepat dari
perkiraan, sehingga membuka ruang pemotongan suku bunga lebih lanjut dan
berisiko menekan pound, khususnya terhadap euro. Kalender minggu ini padat
data (labour market, CPI/PPI, ritel, dan PMI), sehingga setiap bukti pelemahan
upah dan inflasi akan krusial bagi ekspektasi pasar.
•Pasar suku bunga (OIS) tetap memperkirakan hampir dua kali pemotongan 25
bps lagi sampai akhir tahun, artinya pelonggaran tambahan masih di-price in
meski bank sentral berhati-hati. Pejabat BoE Alan Taylor menyatakan inflasi bisa
mencapai target lebih cepat lantaran pertumbuhan upah mulai melambat,
sehingga suku bunga dapat kembali ke level netral lebih cepat. Gubernur Andrew
Bailey menilai inflasi bisa turun ke target sekitar April–Mei, memperkuat narasi
bahwa fase inflasi tinggi hampir berakhir. Bila data tersebut memberi Gambaran
prospek pemangkasan suku bunga, maka akan melemahkan poundsterling.

ECB Diperkirakan Tetap Menahan Suku Bunga
sementara data PMI Zona Euro dan laporan ketenagakerjaan Australia berpotensi
menggerakkan euro dan terutama dolar Australia (AUD) terhadap USD.
Ekspektasi bahwa RBA bisa menaikkan suku bunga, ditambah data China yang
kuat, menjadi katalis utama lanjutan tren naik AUD/USD.
Risalah rapat ECB akan dirilis Rabu; pada pertemuan terakhir, ECB menahan suku
bunga, sementara PMI Zona Euro Jumat akan menguji apakah revisi proyeksi
PDB tersebut realistis.
RBA menjadi satu dari sedikit bank sentral besar yang membuka opsi kenaikan
suku bunga pasar OIS memberi probabilitas sekitar 25% untuk kenaikan 25 bps
di pertemuan 3 Februari dan pricing penuh satu kenaikan pada Agustus.
Sebelum rilis jobs Australia, China akan mengumumkan PDB kuartal IV beserta
produksi industri, penjualan ritel, dan investasi aset tetap Desember


We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like