- by admin
- Oct 17, 2024
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menegaskan The Fed tak akan pangkas suku bunga hingga inflasi tunjukkan tren penurunan jelas, meski perang Timur Tengah picu lonjakan harga minyak. Dalam konferensi pers 18 Maret 2026, ia bilang terlalu dini ukur dampaknya ke ekonomi AS, karena tekanan harga sudah persisten lebih lama dari ekspektasi—bahkan sebelum konflik meledak.
“Prioritas utama 2026: kemajuan inflasi. Tanpa itu, lupakan pemangkasan,” tegas Powell. Ini setelah The Fed tahan suku bunga stabil dua rapat berturut, tinggalkan pemotongan akhir 2025 akibat data CPI sulit dikendalikan.
Proyeksi & Risiko:
Estimasi: 1x potong suku bunga (median), tapi revisi naik inflasi & pertumbuhan ekonomi—didorong tarif Trump.
Diskusi internal: Kenaikan suku bunga sempat dibahas, tapi bukan skenario utama.
Inflasi inti prioritas utama sebelum energi; pasar kerja stabil (pengangguran flat sejak Sep 2025).
Implikasi Pasar & Politik:
Analis JPMorgan: The Fed khawatir inflasi > resesi, meski minyak naik tekan growth.
Trump desak potong bunga; Powell hadapi subpoena DOJ soal renovasi gedung (diduga dalih politik). Ia rencana bertahan di Dewan Gubernur hingga 2028 demi independensi.
Dampak Trading: Lonjakan minyak bisa tekan silver/gold jangka pendek via inflasi, tapi suku bunga tinggi dukung DXY—pantau CPI April untuk sinyal FOMC.