Jumat, Maret 13, 2026 16:34:58 Jakarta, Indonesia

Powell: Belum Saatnya Pangkas Suku Bunga, Tunggu Dampak Tarif


Powell: Belum Saatnya Pangkas Suku Bunga, Tunggu Dampak Tarif
Powell: Belum Saatnya Pangkas Suku Bunga, Tunggu Dampak Tarif
528 views

Bloomberg, Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menegaskan kepada anggota parlemen bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, seraya menunggu kejelasan lebih lanjut soal dampak ekonomi dari kebijakan tarif Donald Trump.

“Dampak dari tarif akan bergantung, antara lain, pada seberapa besar akhirnya tarif itu diterapkan,” ujar Powell dalam pernyataan yang disiapkan untuk disampaikan di hadapan Kongres, Selasa (24/6/2025). “Untuk saat ini, kami berada dalam posisi yang cukup baik untuk menunggu dan melihat arah perekonomian sebelum mempertimbangkan penyesuaian kebijakan.”

Pernyataan Powell disampaikan dalam kesaksiannya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS, tak lama setelah keputusan The Fed pekan lalu yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%–4,5%.

Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga menuai kritik dari Trump, yang sejak lama mendorong pemangkasan suku bunga dan menuduh kebijakan The Fed menyebabkan biaya pinjaman pemerintah AS tetap tinggi.

Komentar Trump

“‘Terlambat’ Jerome Powell dari The Fed akan hadir di Kongres hari ini untuk menjelaskan, antara lain, kenapa dia menolak menurunkan suku bunga,” tulis Trump di media sosial Selasa pagi. “Saya harap Kongres benar-benar menekan orang keras kepala dan bodoh ini. Kita akan menanggung akibat dari ketidakmampuannya selama bertahun-tahun.”

Powell dan sejumlah pembuat kebijakan The Fed sebelumnya menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi akibat peningkatan penggunaan tarif oleh pemerintahan Trump dan perubahan kebijakan lainnya menjadi alasan utama mereka untuk tetap berhati-hati. Sejumlah analis memperkirakan tarif dapat mendorong inflasi naik dan menekan pertumbuhan ekonomi, meski proyeksi tersebut masih dibayangi ketidakpastian besar.

Trump sendiri kerap mengubah rincian kebijakan tarifnya, sementara pemerintah menyatakan sedang merampungkan kesepakatan dagang yang bisa memengaruhi arah dan besaran tarif.

“Ekspektasi terhadap tingkat tarif—dan dampak ekonomi yang menyertainya—mencapai puncaknya pada April dan sejak itu mulai menurun,” ujar Powell, dalam pernyataan yang sebagian besar mengulang pernyataannya pekan lalu. “Meski begitu, kenaikan tarif tahun ini kemungkinan tetap akan mendorong kenaikan harga dan menekan aktivitas ekonomi.”

Ia menambahkan bahwa dampak tarif terhadap inflasi bisa bersifat sementara, tetapi juga berpotensi bertahan lebih lama.

Efek Tarif

Menghindari dampak jangka panjang akan sangat bergantung pada “besarnya pengaruh tarif, seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sepenuhnya masuk ke harga-harga, dan yang paling penting, kemampuan menjaga ekspektasi inflasi jangka panjang tetap stabil,” ujarnya.

Data ekonomi sejauh ini menunjukkan dampak terbatas dari tarif. Dua deputi gubernur The Fed, Christopher Waller dan Michelle Bowman, bahkan menilai kondisi ini memungkinkan pemangkasan suku bunga secepatnya pada pertemuan The Fed bulan Juli mendatang.

Sementara itu, Powell menggambarkan kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja secara umum masih solid. Ia menyatakan bahwa inflasi telah turun signifikan dari puncaknya pada pertengahan 2022, meski masih berada sedikit di atas target 2% yang ditetapkan The Fed. Powell juga menambahkan bahwa sebagian besar indikator ekspektasi inflasi jangka panjang masih selaras dengan target bank sentral.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like