Jumat, Maret 13, 2026 18:42:21 Jakarta, Indonesia

Perang Tarif Masih Menjadi Fokus Utama Pasar Minggu Ini


Perang Tarif Masih Menjadi Fokus Utama Pasar Minggu Ini
Perang Tarif Masih Menjadi Fokus Utama Pasar Minggu Ini
667 views

Flash PMI, Inflasi AS dan Inggris Akan Menjadi Perhatian, Sementara Perang Tarif Tetap Menjadi Fokus Utama
Dolar AS mulai bergerak rebound sejak pertemuan FOMC Maret, karena Ketua
Fed Jerome Powell meremehkan risiko resesi dengan tetap focus untuk menekan
inflasi. Imbal hasil obligasi, sebaliknya, turun setelah pertemuan tersebut, dan
saham-saham di Wall Street naik, mendukung gagasan tentang kejutan dovish
dari The Fed. Ya, dia menenangkan kegelisahan pasar dengan menyatakan
bahwa efek inflasi dari tarif yang lebih tinggi kemungkinan besar akan bersifat
sementara, tetapi dia juga tidak terlalu optimis bahwa Fed akan mencapai target
2% dalam waktu dekat. Di sisi lain, pasar berpikir bahwa ada kemungkinan besar
akan ada pemangkasan ketiga tahun ini, karena banyak investor bertaruh bahwa
ekonomi AS akan melambat lebih dari yang diproyeksikan oleh the Fed.

Fokus Data Ekonomi AS Pekan Ini: Perhatian utama minggu ini adalah laporan
pendapatan dan pengeluaran pribadi yang dirilis pada hari Jumat, mencakup
pembacaan inflasi PCE. Selain itu, survei PMI kilat bulan Maret oleh S&P Global
akan dirilis pada hari Senin. Indeks kepercayaan konsumen akan diamati pada
hari Selasa bersama dengan penjualan rumah baru. Pesanan barang tahan lama
untuk bulan Februari akan menyusul pada hari Rabu. Estimasi akhir untuk PDB
Q4 akan menarik perhatian pada hari Kamis. Selain itu, para pelaku pasar juga
akan memperhatikan tarif baru AS yang akan berlaku 2 April.

 

Menguatnya Euro Bergantung Pada Data PMI
Rally Euro yang luar biasa didukung oleh paket fiskal substansial pemerintah
Jerman dan reformasi peraturan pinjaman tampaknya mulai mereda. Selanjutnya
data Flash PMI hari Senin akan menjadi perhatian, kendati sentiment pasar
Nampak kurang baik. Hal ini terkait bagaimana menghadapi tarif AS dan
kemarahan Trump pada pungutan pembalasan Uni Eropa. Selain itu para trader
juga akan mengawasi indeks iklim bisnis Ifo Jerman pada hari Selasa.

 

Pound Dalam Pengawasan Stagflasi, Data PMI dan CPI Akan
Dirilis Minggu Ini
Bulan Maret merupakan bulan yang kuat bagi sterling, karena mata uang ini
melonjak sekitar 3% terhadap dolar AS. Hal itu disebabkan oleh lemahnya Dolar.
Namun, faktor lainnya adalah bahwa indikator-indikator ekonomi Inggris selama
beberapa bulan terakhir lebih baik daripada yang diperkirakan. Lebih penting
lagi, inflasi kembali meningkat. Bank of England (BoE) menghadapi dilema yang
sulit, karena khawatir akan kemungkinan peningkatan pengangguran dan inflasi
dalam beberapa bulan ke depan.


Di sisi lain, angka PMI Maret yang akan dirilis pada hari Senin akan memberikan
informasi penting mengenai apakah bisnis Inggris terpengaruh oleh
ketidakpastian perdagangan global. Selain itu, para investor juga akan lebih
fokus pada laporan CPI hari Rabu. Rangkaian data akan berlanjut pada hari
Jumat dengan penjualan ritel bulan Februari dan angka PDB Q4 yang direvisi.

 

Perang Tarif Memperumit Kebijakan RBA dan BoJ
Di Australia dan Jepang, data inflasi akan dirilis pada hari Rabu dan Jumat.
Inflasi di Australia diperkirakan akan bertahan di 2,5% y/y di bulan Februari. Rilis
data CPI yang lebih kuat dari perkiraan dapat menguatkan Aussie. Sementara itu
di Jepang, tarif juga membebani prospek dan Bank of Japan ragu-ragu untuk
berkomitmen pada jadwal kenaikan suku bunga lebih lanjut. Tidak adanya sinyal
yang lebih hawkish dari BoJ telah kembali melemahkan yen Jepang.

Dari sisi data, Harga produsen untuk sektor jasa akan dirilis pada hari Rabu, sementara
estimasi IHK bulan Maret untuk wilayah Tokyo akan dirilis pada hari Jumat.
Namun, penggerak yang berpotensi lebih besar untuk yen adalah Ringkasan
Opini pertemuan BoJ bulan Maret pada hari Jumat. Jika ringkasan tersebut
menunjukkan bahwa para anggota dewan lebih tertarik untuk melakukan
pengetatan lebih lanjut daripada yang diindikasikan oleh Gubernur Ueda dalam
konferensi pers terakhirnya.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like