- by admin
- Oct 17, 2024
Bloomberg - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, justru akan mengakhiri konflik yang saat ini sedang berlangsung antara Israel dan Iran.
Dalam wawancara dengan ABC News pada Senin (16/6/2025), Netanyahu menanggapi laporan sejumlah media yang menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memblokir rencana Israel untuk melakukan serangan terhadap Khamenei, karena khawatir tindakan itu justru akan memperluas eskalasi.
“Langkah itu tidak akan memperparah konflik, justru akan mengakhirinya,” ujar Netanyahu.
“Kita telah menjalani setengah abad konflik yang disebarkan oleh rezim ini—rezim yang meneror kawasan Timur Tengah, membombardir ladang minyak Aramco di Arab Saudi, menyebarkan teror, subversi, dan sabotase ke mana-mana,” lanjutnya. “Perang abadi itu adalah apa yang diinginkan Iran, dan mereka telah menyeret kita ke ambang perang nuklir. Yang dilakukan Israel saat ini justru untuk mencegahnya. Kami ingin mengakhiri agresi ini, dan itu hanya bisa dilakukan dengan melawan kekuatan jahat.”
Ketika ditanya apakah Israel secara spesifik akan menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Netanyahu menjawab, “Kami melakukan apa yang perlu kami lakukan.”
“Saya tidak akan membahas detailnya, tapi kami telah menargetkan ilmuwan nuklir teratas mereka,” ujar Netanyahu. “Itu pada dasarnya adalah ‘tim nuklir Hitler’.”
Netanyahu juga menegaskan bahwa AS berkepentingan untuk mendukung Israel dalam upayanya menghentikan program nuklir Iran.
“Hari ini Tel Aviv, besok bisa jadi New York. Saya mengerti konsep 'America First', tapi saya tidak mengerti ‘America Dead’. Itulah yang mereka inginkan. Mereka meneriakkan ‘Maut bagi Amerika’,” katanya. “Jadi yang kami lakukan ini sebenarnya untuk melayani umat manusia. Ini adalah pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Amerika memang—dan seharusnya—berpihak pada kebaikan. Itulah yang sedang dilakukan Presiden Trump, dan saya sangat menghargai dukungannya.”
Sementara itu, para pejabat Israel mengklaim bahwa pasukan mereka telah menguasai sebagian besar wilayah udara Iran dan menghancurkan sejumlah fasilitas penting yang terkait dengan program misil dan nuklir sejak serangan besar-besaran dilancarkan pada Jumat lalu. Israel juga memperingatkan salah satu distrik di Teheran untuk segera mengungsi menjelang hari keempat serangan udara.
Jumlah korban tewas di Iran mencapai 224 hingga Senin (16/6/2025) pagi, menurut kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan. Di Israel, 24 orang tewas dan 592 orang terluka, menurut rilis dari kantor Perdana Menteri.