- by admin
- Oct 17, 2024
Harga West Texas Intermediate (WTI) terus turun mendekati $60,50 per barel pada sesi Asia Selasa, lanjutkan kerugian >0,5% sesi sebelumnya. Meski demikian, potensi dukungan muncul dari kekhawatiran pasokan AS akibat badai musim dingin yang ganggu infrastruktur energi.
Konsultan Energi Aspects (kutip Reuters) perkirakan produsen AS kehilangan hingga 2 juta barel per hari (bpd) akhir pekan lalu. Puncak pemadaman Sabtu di Cekungan Permian capai 1,5 juta bpd; mereda jadi ~700.000 bpd Senin, diproyeksi pulih penuh 30 Januari.
Harga minyak berpotensi naik karena ketegangan AS-Iran. Presiden Donald Trump minggu lalu sebut AS punya "armada" ke Iran, tapi harap tak perlu dipakai; ingatkan Teheran jangan bunuh demonstran atau restart program nuklir.
Sebaliknya, Kazakhstan siapkan lanjutkan produksi ladang terbesar (kata Kementerian Energi Senin), meski produksi terbatas dan force majeure ekspor CPC Blend masih berlaku. Konsorsium Pipa Kaspia konfirmasi Minggu: terminal Laut Hitam kembali kapasitas penuh pasca-pemeliharaan salah satu titik tambat.