- by admin
- Oct 17, 2024
Harga minyak rebound hampir $3 per barel pagi ini di tengah keterbatasan pasokan akibat eskalasi perang AS-Israel vs Iran di Timur Tengah. WTI AS naik 3,5% ke $86,33 setelah anjlok 11,9% kemarin ke $83,45, pulih dari lonjakan sebelumnya di atas $119.
Kontrak WTI dibuka pukul 01.00 GMT Rabu (11 Maret 2026), rebound pasca-penurunan terburuk sejak 2022 yang dipicu prediksi Presiden Trump soal akhir cepat perang. AS-Israel serang Iran dengan ledakan intens; militer AS hancurkan 16 kapal penabur ranjau Iran di Selat Hormuz, ancam blokade pasokan. Trump siap kawal tanker, tapi Angkatan Laut tolak permintaan pelayaran karena risiko tinggi.
Perang kurangi pasokan Teluk 15 juta barel/hari; Wood Mackenzie perkirakan harga bisa tembus $150/barel jika berlanjut. Selat Hormuz (20% pasokan global) jadi titik kritis, picu fluktuasi ekstrem $75–$105. Stok AS turun minggu lalu (minyak mentah, bensin, distilat), perkuat permintaan meski API catat variasi.
Pejabat G7 gelar rapat daring bahas pelepasan cadangan darurat pasca-lonjakan Senin. Macron pimpin panggilan video Rabu soal dampak energi konflik. Analis IG: Harga tetap volatil digerakkan headline.
Rebound pagi ini sinyal ketidakpastian; pantau update Hormuz dan stok EIA. Konflik hari ke-10 (serangan 30 kilang Teheran) pertahankan premium risiko.