- by admin
- Oct 17, 2024
Investing.com — Harga minyak dunia mencapai puncak sesi Senin setelah Presiden Donald Trump menyatakan Iran "bisa dikalahkan" pada Selasa malam, di tengah penolakan Teheran terhadap proposal gencatan senjata.
Pada pukul 13:31 ET (17:31 GMT), Brent Juni naik 1,2% menjadi $110,42/barel (high $111,68). WTI Mei naik 1,4% ke $113,07/barel, setelah lonjakan 11% sesi pra-libur Jumat Agung.
Penolakan Proposal Pakistan
Kerangka rencana Pakistan: gencatan senjata langsung + negosiasi 15-20 hari.
Iran tolak via 10 klausul, tuntut "pengakhiran permanen" perang + protokol Selat Hormuz + cabut sanksi.
Axios: AS-Iran-Israel bahas gencatan 45 hari dua tahap (Minggu).
Retorika Trump Makin Keras
Trump sebut proposal Iran "signifikan tapi tidak cukup baik" di acara Paskah Gedung Putih.
Dalam konferensi pers, ia klaim "seluruh Iran bisa direbut satu malam—mungkin besok malam."
Minggu: Ultimatum Selasa 20:00 ET buka Selat Hormuz, atau "Hari Pembangkit Listrik & Jembatan" di Iran.
Senin: "Kalau terserah saya, AS ambil minyaknya—simpan dan untung besar."
Konteks Pasar
Selat Hormuz blokir ~20% alir minyak global, picu kekhawatiran penutupan berkepanjangan.
OPEC+ naikkan produksi 206.000 bph Mei, tapi trader anggap teoritis (logistik terhambat).
Inflasi global terancam: biaya energi tekan transportasi, manufaktur, konsumen.
Kenaikan ini perkuat kekhawatiran stagflasi, sejalan data ISM Services (harga dibayar 70,7) dan dampak konflik Timur Tengah.