- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas kembali turun pada hari Senin, setelah Iran menolak usulan
gencatan senjata dengan AS dan Presiden Donald Trump meningkatkan
ancamannya terhadap negara tersebut. Trump mengatakan Iran mengajukan
proposal yang 'signifikan', tetapi 'tidak cukup baik’ Baik AS maupun Iran telah
menerima kerangka rencana untuk menghentikan permusuhan, meskipun
Teheran telah menolak pembukaan kembali Selat Hormuz secara langsung.
Ulasan Analisa Fundamental: Media pemerintah Iran mengatakan negara itu
telah menyampaikan tanggapannya terhadap proposal tersebut, menolak
gencatan senjata dan sebaliknya menekankan perlunya "pengakhiran permanen"
perang. Tanggapan Iran terdiri dari 10 klausul, kata media pemerintah, termasuk
protokol untuk jalur aman melalui Selat Hormuz yang penting dan pencabutan
sanksi. Trump kemudian mengatakan kepada wartawan pada acara Paskah di
Gedung Putih bahwa Iran telah mengajukan proposal dan proposal yang
"signifikan", tetapi itu "tidak cukup baik. Sebagian besar perhatian juga tertuju
pada ultimatum Trump kepada Iran bahwa mereka harus memulihkan
pengiriman melalui Selat Hormuz yang penting pada pukul 20:00 ET pada hari
Selasa atau menghadapi konsekuensi berat. Washington dan Teheran masih
jauh dari kesepakatan. Namun, potensi kesepakatan gencatan senjata ckp besar
kemungkinannya, karena ada tekanan politik yang meningkat di dalam negeri.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Selasa, harga emas tertekan
ke level $4645/onz, trend bearish. Tekanan terhadap emas terjadi merespon
ancaman Trump yang akan serang pusat energi Iran Bila selat Hormuz tidak
dibuka. Data PMI lemah. Turunnya emas mengiji support $4605/onz, bila
terlewati, melanjutkan penurunan ke $4553, $4501. Di sisi lain, kenaikan
menguji resistance $4707, $4752 hingga $4800. Emas Selasa diperkirakan
bergerak dalam range $4500 hingga $4707.