- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas turun pada hari Kamis setelah mencapai level tertinggi dalam lebih
dari dua minggu pada sesi sebelumnya, karena dolar menguat di tengah
melonjaknya harga minyak, memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong
kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS karena meningkatnya ekspektasi
kenaikan suku bunga Federal Reserve. Di sisi lain kondisi Timur tengah semakin
memanas, dan belum ada tanda-tanda reda.
Ulasan Analisa Fundamental: emas spot turun sekitar 2% ke US$4.049,56
per ounce setelah sempat naik sekitar 3% pada Selasa dan Rabu. Penurunan ini
dipicu aksi ambil untung, meski kekhawatiran geopolitik dan lonjakan harga
minyak masih menjaga volatilitas tetap tinggi. Emas masih punya dukungan di
sekitar US$4.080, tetapi untuk melanjutkan tren bullish, harga perlu menembus
resistance US$4.200. Lonjakan harga minyak akibat serangan Houthi dan
ketegangan AS-Iran kembali memicu kekhawatiran inflasi global. Harga Brent
sempat menembus US$100 per barel, sementara lalu lintas kapal melalui Selat
Hormuz turun tajam, menambah risiko gangguan pasokan. Pasar kini
memperkirakan peluang kenaikan suku bunga meningkat untuk periode
berikutnya. Kenaikan harga minyak cenderung menekan emas karena
memperkuat dolar dan menjaga imbal hasil tetap tinggi. Naumun apakah issue
tarif dagang yang baru dapat menguntungkan emas.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Jumat, di pasar Asia harga
emas nampak koreksi karena harga minyak melambung di atas $90/barell.
Sebelumnya harga emas rebound menguji resistance $4141. Penurunan emas
menjumpai support di level $4040, sementara naiknya berpeluang menguji area
$4080, $4101 hingga $4120. Emas turunnya tertahan di $4040/onz. Support
emas menguji area $4027, $4000, $3982. Emas diperkirakan bergerak dalam
range antara $4100 hingga $4000. Trend pasar netral.