- by admin
- Oct 17, 2024
Harga Emas mengulang kembali dari rekor tertinggi $3.245 pada hari Jumat,
kemudian mengalami koreksi mendekati level $3200/onz. Berkurangnya
permintaan safe haven dan rebound Dolar AS yang luas melemahkan logam
mulia di tengah berita tarif AS yang tidak terlalu tinggi pada semikonduktor dan
elektronik China. Namun demikian melalui media social Trump mengklarifikasi
bahwa tarif untuk hal itu bukan 145%, melainkan 20%.
Ulasan Analisa Fundamental: Meningkatnya kekhawatiran atas stabilitas
keuangan dan situasi ekonomi di Amerika Serikat (AS) telah mempercepat minat
jual terhadap Dolar AS (USD), sehingga mendorong harga Emas naik lebih
tinggi. Di sisi lain, Independensi Federal Reserve (Fed) AS berada di bawah
ancaman, dan pada tanggal 9 April, Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts
membalikkan keputusan pengadilan, yang untuk sementara mengizinkan
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk memecat anggota lembaga
independen. Trump dapat menggunakan kesempatan ini untuk memecat Ketua
The Fed Jerome Powell, yang meningkatkan kekhawatiran atas stabilitas
keuangan di AS. Pada saat yang sama, kekhawatiran resesi AS semakin
memburuk di tengah perang dagang AS-Tiongkok yang semakin dalam,
mengisyaratkan penurunan suku bunga The Fed yang agresif mulai awal Mei.
Sementara klariikasi Trump atas tarif China meredakan gejolak pasar.
Ulasan Analisa Teknikal: Harga emas terlihat melanjutkan trend naik kendati
mulai moderat. Potensi koreksi nampak menemui terlihat dengan menguji
support $3200,10, $3170.50 hingga $3150.50. Sebaliknya, potensi naiknya
XAU/USD menguji resistance $3245.40, $3266.80 hingga $3300.40. fluktuasi
emas hari ini diperkirakan bergerak dalam range antara $32450.00 hingga
$3170.50. Emas berpeluang terkoreksi karena meredanya tarif Trump setelah
klarifikasi perubahan.