- by admin
- Oct 17, 2024
Emas berhasil rebound menguji level resistance $4.000 per troy ons di tengah
minimnya data penggerak dolar. Munculnya sentiment positif pada emas karena
kekhawatiran pasar terhadap hasil keputusan Mahkamah Agung AS yang
membahas tentang keabsahan kebijakan tarif Trump. Bila kebijakan Trump
dianggap illegal, maka akan memiliki konsekuensi besar terhadap AS. Pasalnya
apa yang dilakukan Trump melampaui wewenangnya sebagai presiden AS.
Ulasan Analisa Fundamental: Kurangnya katalis yang jelas membuat
investor berhati-hati, meskipun Dolar AS (USD) mempertahankan pola positifnya
terhadap mata uang regional. Terakhir, Amerika Serikat (AS) merilis survei
Perubahan Ketenagakerjaan ADP, yang menunjukkan bahwa sektor swasta
menambahkan 42.000 posisi pekerjaan baru pada bulan Oktober, lebih baik dari
angka revisi naik -29.000 yang tercatat pada bulan September. Selain itu,
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa ISM membaik menjadi 52,4 pada bulan
Oktober, jauh lebih baik dari angka sebelumnya 50 atau yang diperkirakan
sebesar 50,8. Sementara Indeks data inflasi, meningkat menjadi 70,0 dari 69,4,
dan Indeks Ketenagakerjaan naik menjadi 48,2 dari 47,2. Terakhir, Indeks
Pesanan Baru naik menjadi 56,2, dari 50,4. Penguatan dolar didukung oleh
membaiknya data ekonomi. di sisi lain naiknya harga emas didukung oleh
kekhawatiran pasar terhadap keputusan MA AS terhadap tarif Trump.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Rabu, emas nampak kembali
tertekan dengan menguji support $3928/onz. grafik harian terlihat bearish.
Teknikal rebound pada emas nampak terbatas. Sementara pasar tetap
memantau pembekuan aktifitas pemerintah AS dan pidato pejabat the Fed.
Support emas saat ini di level $3928, $3915 hingga $3886. Sementara naiknya
emas menguji resistance $3948*, $3958 hingga $3975. Range harga
diperkirakan dalam rentang $3960.50 hingga $4025.80.