- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas sedikit bergerak pada perdagangan awal Asia pada hari Rabu karena
para pedagang menunggu perkembangan lebih lanjut dalam perang AS-Israel di
Iran, sementara kehati-hatian menjelang kesimpulan pertemuan Federal Reserve
juga membebani. Harga emas tetap berada dalam kisaran perdagangan $5.000
hingga $5.200 per ons, karena permintaan yang terkait dengan aset aman
diimbangi oleh kekhawatiran atas inflasi yang tinggi dan suku bunga yang tinggi.
Ulasan Analisa Fundamental: Konflik yang memburuk di Timur Tengah hanya
memberikan dukungan terbatas pada emas, yang berjuang untuk tetap di atas
$5.000/oz minggu ini meskipun AS dan Israel terus menyerang Iran. Perang
tersebut menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda setelah serangan udara Israel
menewaskan kepala keamanan Iran Ali Larijani awal pekan ini. Harga minyak
tetap berada di atas $100 per barel, di tengah kekhawatiran yang terus
berlanjut. Pasar sebagian besar khawatir akan dampak inflasi dari konflik
tersebut, terutama karena harga minyak melonjak setelah pasokan melalui jalur
pelayaran utama Selat Hormuz terganggu. The Fed, bersama dengan sejumlah
bank sentral utama lainnya, kini dijadwalkan untuk bertemu. The Fed akan
memutuskan suku bunga pada hari Kamis Pukul 01.00 WIB, diikuti oleh Bank
Sentral Jepang, Bank Sentral Eropa, Bank Nasional Swiss, dan Bank Sentral
Inggris pada akhir pekan ini.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Selasa, harga emas bergerak
sideways jelang agenda pertemuan bank sentral AS malam ini. Harga emas
gagal menembus level support $4970/onz. Turunnya emas terbatasi oleh
permintaan aset safe haven. Harga emas naik terbatas dengan resistance di
$5054, $5076 hingga $5127. Sementara supportnya $4970, $4935 hingga
$4898. Emas diperkirakan bergerak dalam trend sideways antara $5050 hingga
$4960.