- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas terus naik pada Jumat, mendekati level kunci $3.600 per troy
ounce, didukung pelemahan dolar AS dan ekspektasi pemotongan suku bunga
Federal Reserve bulan ini. Emas sempat turun dari rekor tertinggi pekan ini di
$3.578,50, namun menguat kembali setelah data tenaga kerja AS yang lemah,
termasuk peningkatan pemutusan kerja dan penambahan pekerjaan sektor
swasta yang rendah.
Ulasan Analisa Fundamental: Pasangan XAU/USD bergerak sejalan dengan
data AS. Negara tersebut merilis serangkaian data tenaga kerja yang
mengecewakan, yang mendorong dolar AS melemah dan pasangan tersebut
menguat. Di satu sisi, laporan Challenger Job Cuts menunjukkan bahwa pemberi
kerja di AS mengumumkan 85.979 pemutusan hubungan kerja pada Agustus,
39% lebih tinggi dari 62.075 yang diumumkan pada Juli, dan angka bulanan
tertinggi sejak 2020. Di sisi lain, laporan ADP Employment Change menunjukkan
bahwa sektor swasta hanya menambah 54.000 posisi pekerjaan baru pada
bulan yang sama. Sementara itu laporan data tenaga kerja yang dirilis pada
akhir pekan kemarin menunjukkan perlambatan dengan penurunan 22K dari
sebelumnya 79K. Selain itu, Unemployment Rate dilaporkan meningkat menjadi
4.3% vs 4.2%. Dolar melemah merespon data tersebut. Karena melambatnya ekonomi meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga berlanjut.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Jumat, harga emas
melanjutkan kenaikan, menyentuh level tertingginya di $3600. Hal itu terjadi
merespon laporan data NFP yang lemah. Trend bullish dapat berlanjut bila
support hari ini di $3564 tidak terlewati. Emas naik menguji $3600, $3622
hingga $3635. Sementara, penurunannya menguji support $3576, $3564 hingga
$3550. Range pergerakan pasar diperkirakan dalam rentang antara $3564.20
hingga $3622.60.