Jumat, Maret 13, 2026 19:53:33 Jakarta, Indonesia

Harga Emas Melemah Karena Harapan Kesepakatan Perdagangan AS-China dan Mitra Lain


Harga Emas Melemah Karena Harapan Kesepakatan Perdagangan AS-China dan Mitra Lain
Harga Emas Melemah Karena Harapan Kesepakatan Perdagangan AS-China dan Mitra Lain
549 views

Kenaikan harga emas tampak enggan karena nada risiko yang positif melemahkan permintaan untuk aset safe-haven.
Data makro AS yang optimis pada hari Kamis mendukung USD, berkontribusi untuk membatasi logam mulia.
Ketidakpastian geopolitik dan spekulasi penurunan suku bunga The Fed akan membantu membatasi kerugian pasangan XAU/USD.
Harga emas (XAU/USD) menarik beberapa penjual setelah kenaikan ke area $3,370-3,371 selama sesi Asia pada hari Jumat dan membalikkan sebagian dari pergerakan positif hari sebelumnya. Harapan akan potensi de-eskalasi perang dagang antara AS dan China tetap mendukung nada risiko yang positif, yang pada gilirannya, terlihat melemahkan logam mulia safe haven. Selain itu, munculnya aksi beli Dolar AS (USD) juga menjadi faktor lain yang memberikan tekanan turun pada komoditas ini.

Sementara itu, para pejabat Federal Reserve (Fed) menunjukkan kesediaan untuk potensi penurunan suku bunga, yang dapat membatasi kenaikan USD dan bertindak sebagai penarik bagi harga Emas yang tidak memberikan imbal hasil. Selain itu, ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut dapat berkontribusi lebih lanjut untuk membatasi sisi negatif dari pasangan XAU/USD. Oleh karena itu, akan lebih bijaksana untuk menunggu aksi jual lanjutan yang kuat sebelum memposisikan diri untuk dimulainya kembali kemunduran korektif minggu ini dari level psikologis $3.500, atau puncak sepanjang masa.

Ringkasan Penggerak Pasar Harian: Harga emas tertekan oleh surutnya permintaan safe haven

Investor tetap berharap atas potensi de-eskalasi perang dagang AS-RRT, yang menjadi penekan harga emas safe haven selama sesi Asia pada hari Jumat. Faktanya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa pembicaraan perdagangan antara AS dan China sedang berlangsung.
Selain itu, China dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menangguhkan tarif 125% pada beberapa impor AS. Hal ini semakin menunjukkan tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini dan meningkatkan kepercayaan diri para investor, sehingga mendorong arus keluar dari logam mulia.
Dolar AS mendapat dukungan dari sebagian besar data makro AS yang dirilis pada hari Kamis. Faktanya, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Klaim Pengangguran Awal meningkat tipis menjadi 222.000 untuk pekan yang berakhir pada 19 April dan menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan.
Biro Sensus AS melaporkan bahwa Pesanan Barang Tahan Lama (Durable Goods Orders) melonjak 9,2% di bulan Maret, mengalahkan perkiraan 2% dan menandai kenaikan ketiga berturut-turut. Peralatan transportasi juga naik untuk bulan ketiga, melonjak 27%.
Sementara itu, duo pejabat Federal Reserve mendiskusikan kesediaan untuk potensi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Bahkan, Presiden Fed Cleveland Beth Hammack menyatakan bahwa penurunan suku bunga paling cepat pada bulan Juni dapat dilakukan jika data yang jelas dan meyakinkan tentang arah ekonomi diperoleh.
Secara terpisah, Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg bahwa ia akan mendukung penurunan suku bunga jika tarif mulai membebani pasar tenaga kerja. Selain itu, para trader masih memperhitungkan kemungkinan bahwa the Fed akan menurunkan biaya pinjaman setidaknya tiga kali pada akhir tahun ini.
Dari sisi geopolitik, serangan rudal Rusia terhadap ibukota Ukraina, Kyiv, menewaskan sedikitnya dua belas orang dan melukai puluhan lainnya. Ini adalah salah satu serangan paling mematikan sejak Rusia meluncurkan invasi skala penuh lebih dari tiga tahun lalu dan membuat premi risiko geopolitik tetap tinggi.
Para trader saat ini menantikan rilis revisi Indeks Sentimen Konsumen AS dari Michigan. Selain itu, perkembangan terkait perdagangan dapat memengaruhi USD, yang, bersama dengan sentimen risiko yang lebih luas, dapat menghasilkan peluang perdagangan jangka pendek di sekitar pasangan XAU/USD.

 

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like