- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas berkonsolidasi setelah penurunan semalam dari sekitar level $2,660. Kekhawatiran perang dagang, risiko geopolitik, spekulasi penurunan suku bunga Fed sebesar 25 bps pada bulan Desember, penurunan imbal hasil obligasi AS baru-baru ini, dan kemerosotan USD semalam ke level terendah dua minggu menjadi penarik bagi XAU/USD. Kendati index dolar mengalami koreksi, namun emas tertekan karena mulai redupnya foktor geopolitik searah munculnya berita gencatan senjata antara Israel dan Hisbullah.
Ulasan Fundamental: Spot Emas naik pada hari Rabu setelah sekumpulan data makroekonomi Amerika Serikat (AS) berakhir dengan membebani Dolar AS (USD). USD berada di bawah tekanan jual sebelum berita ini dirilis, membantu XAU/USD mencapai level tertinggi intraday di $2,658.11. Namun dolar menguat terhadap logam mulia kendati melemah terhadap mata uang regional. Sementara itu Index Harga Produk Domestik Bruto (PDB) Q3, yang direvisi naik dari kuartal ke kuartal (QoQ) menjadi 1,9% dari 1,8%. Klaim Pengangguran Awal untuk pekan yang berakhir pada 22 November turun menjadi 213K dari sebelumnya 215K, juga mengalahkan ekspektasi 217K. Terakhir, PCE bulan Oktober naik 0,2% MoM dan 2,3% angka tahunan seperti yang diharapkan. Angka tahunan inti meningkat 2,8% YoY, juga sesuai dengan perkiraan pasar.
Ulasan Teknikal: Pada grafik harian emas masih bergerak netral. Namun demikian, grafik 4 jam terlihat memulai pola bearish dengan menguji support $2615.35. Secara teknikal kenaikan emas masih terlihat terbatas di level resistance: $2641.50, $2652.30. hingga $2663.25. sementara turunnya menguji support: $2615.00, $2605,30 hingga $2580.50. Pasar hari ini terlihat sepi bersamaan dengan masa liburan thanksgiving Day AS.