- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas kembali bergerak stabil di atas $2.900 setelah mengalami penurunan besar di akhir bulan Februari. Data inflasi dari AS dan berita utama politik dapat terus mendorong harga Emas dalam waktu dekat. Potensi bullish masih besar kendati belum mendapatkan momentum yang tepat. Harga emas sempat turun ke level $2.891,27 pada hari Jumat. Pasar keuangan terus berayun mengikuti laju sentimen, setelah rilis data NFP.
Ulasan Analisa Fundamental: Kekhawatiran berkisar pada rencana tarif pemerintah Amerika Serikat (AS). Sementara itu “Setelah berbicara dengan Presiden Claudia Sheinbaum dari Meksiko, saya telah setuju bahwa Meksiko tidak akan diharuskan untuk membayar tarif atas apa pun yang termasuk dalam Perjanjian USMCA. Perjanjian ini berlaku hingga 2 April. Rencana Trump menimbulkan risiko penurunan pertumbuhan dan risiko kenaikan terhadap inflasi, yang mengakibatkan lemahnya dolar. Sementara itu, data terkait ketenagakerjaan AS dirilis beragam. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS bulan lalu mengumumkan rencana untuk memangkas 172.017 pekerjaan, meningkat 103% dari bulan Januari dan merupakan total Februari tertinggi sejak 2009, menurut laporan Challenger Job Cuts. Sementara laporan Nonfarm Payrolls bulan Februari menambah 151K setelah mengalami revisi di angka 125K. Kemudian Tingkat Pengangguran tercatat naik menjadi 4.1%.
Ulasan Analisa Teknikal: Pada grafik harian, emas mulai terlihat netral. Sementara itu grafik mingguan masih bullish. Di sisi lain, grafik 4 jam, terlihat mulai koreksi kendati Nampak terbatas menguji support $2902.20, $2890.40 hingga $2877.30. Di sisi lain naiknya tampak terbatas di resistance $2920.20, $2930.20 hingga $2842.50.. Range harian diperkirakan akan bergerak dalam area $2877.30 sd $2930.20.