- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas memperpanjang penurunan dalam perdagangan Asia pada Selasa
ini (24 Maret 2026), setelah Iran membantah adanya pembicaraan dengan AS
pasca keputusan Presiden Donald Trump menunda serangan lebih lanjut
terhadap infrastruktur energi Iran. Harga emas spot terakhir anjlok 1,3%
menjadi US$4.351,28 per ons. Kontrak berjangka emas AS juga melemah 0,3%
ke level US$4.399,59.
Ulasan Analisa Fundamental: Keputusan Washington untuk menunda
serangan terhadap infrastruktur energi Iran meredakan ketegangan pasar secara
keseluruhan, sekaligus memicu penurunan tajam harga minyak. Hal ini
memungkinkan emas mengurangi sebagian kerugian dari sesi sebelumnya.
Trump menunda ancaman membom jaringan listrik Iran, dengan alasan adanya
pembicaraan "sangat baik dan produktif" bersama pejabat Iran yang tidak
disebutkan namanya. Namun, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf,
membantah klaim tersebut melalui media sosial, dengan menyatakan bahwa
tidak ada pembicaraan semacam itu. Pernyataan ini memicu ketidakpastian baru
di pasar. Meski demikian, harga emas terus tertekan pada Selasa karena investor
beralih fokus ke prospek ekonomi makro, terutama ekspektasi suku bunga. Emas
berjuang melawan tekanan berkelanjutan, meskipun perannya sebagai aset safe-
haven selama ketegangan geopolitik.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari senin, harga emas sempat
naik tajam kendati Kembali tertekan di level $4307. Tekanan terhadap emas
berlanjut ketika Iran menyangkal sedang terjadi pembicaraan dengan
Washington. Harga emas menembus level support $4400/onz dan mencapai
level $4098. Emas tampak naik terbatas dengan resistance di $4448, $4512
hingga $4536. Sementara supportnya $4305, $4280 hingga $4235. Emas
diperkirakan bergerak dalam trend bearish antara $4448 hingga $4100.