- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas mencapai titik terendah dalam lebih dari satu bulan pada hari Rabu,
memperpanjang penurunannya hingga hari keenam berturut-turut setelah
Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap seperti yang diharapkan
dan menyatakan ketidakpastian atas dampak kenaikan harga minyak terhadap
inflasi dan perekonomian membuat the Fed tahan pemangkasan. Harga emas
spot turun 3,7% menjadi $4.818,88/oz, level terendah sejak awal Februari.
Ulasan Analisa Fundamental: Emas mengalami permintaan terbatas sebagai
aset aman karena perang Iran terus berlanjut. Konflik yang meningkat di Timur
Tengah hanya memberikan dukungan terbatas bagi emas, yang berjuang untuk
tetap di atas $5.000/oz minggu ini meskipun AS dan Israel terus menyerang
Iran, yang memicu gelombang serangan balasan dari republik Islam tersebut.
Perang tersebut belum menunjukan tanda-tanda mereda setelah serangan udara
Israel menewaskan kepala keamanan Iran Ali Larijani awal pekan ini. Harga
minyak tetap berada di atas $100 per barel setelah serangan terhadap ladang
gas alam terbesar di dunia yang dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar. Pada saat
yang sama, dolar AS mengalami permintaan yang tinggi pada awal serangan
AS/Israel terhadap Iran. Hal itu semakin menekan harga emas, begitu pula
ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih
tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Rabu, harga emas dalam
tekanan setelah The Fed nyatakan suku bunga tidak berubah, dan tidak ada
pemagkasan untuk tahun ini bila inflasi belum turun. Harga emas menembus
level support $4970/onz dan mencapai level $4806. Harga emas tampak naik
terbatas dengan resistance di $4868, $4898 hingga $4925. Sementara
supportnya $4756, $4710 hingga $4660. Emas diperkirakan bergerak dalam
trend bearish antara $4925 hingga $4760.