- by admin
- Oct 17, 2024
Harga Emas merangkak naik setelah laporan data inflasi AS bulan Februari,
kenaikan emas menguji zona resistance $ 2.940 dengan potensi menguji
resistance berikutnya di level $2954/onz. Semalam Lelang obligasi terus
mengalami penurunan imbal hasil. Sementara Pasar tetap fokus pada berita
utama perang dagang. Banyak analis dan ekonom berkomentar bahwa
pendekatan tarif saat ini akan menjadi inflasi bagi AS.
Ulasan Analisa Fundamental: Sementara itu, para pedagang masih berhatihati tentang tarif setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi berkomentar
bahwa AS ingin menekan China dengan tarif baja dan aluminium. Sementara itu,
Eropa berkomitmen untuk melakukan tindakan balasan pada tanggal 13 April.
Dari sisi geopolitik, kesepakatan gencatan senjata di Ukraina yang ditengahi oleh
AS telah diajukan kepada Rusia untuk dipertimbangkan. Wall Street semakin
gelisah karena investor menjadi semakin bingung karena kebijakan tarif yang
berubah-ubah, inflasi yang tinggi, dan laju pelonggaran suku bunga Federal
Reserve (Fed) yang belum pasti. Para analis di bank-bank, termasuk JPMorgan
Chase & Co. dan RBC Capital Markets, telah meredam prediksi bullish untuk
tahun 2025 karena tarif Trump memicu kekhawatiran akan melambatnya
pertumbuhan ekonomi. CME Fedwatch Tool melihat peluang 97,0% untuk tidak
ada perubahan suku bunga dalam pertemuan Fed mendatang pada 19 Maret.
Ulasan Analisa Teknikal: Harga emas naik melewati $2.930. Dari sudut
pandang teknikal, Emas terus mengalami trend naik, potensi kenaikan lanjutan
akan menguji resistance $2954.40 hingga $2970.00 diikuti oleh level $3.000.
Sebaliknya, jika XAU/USD turun di bawah $2.930, support berikutnya adalah
$2.918, $2.905. Fluktuasi emas hari ini diperkirakan bergerak dalam range
antara $2918.30 hingga $2955.00. dengan kecenderungan trend kenaikan.