- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas kembali naik setelah sebelumnya turun menyentuh level terendah tiga minggu di tengah kekhawatiran atas kebijakan tarif Trump dan kekhawatiran perang dagang global. Selain itu, risiko geopolitik dapat terus mendorong permintaan safe haven emas. Spot Gold menemukan titik terendah sementara di $2,832.56 pada hari Jumat. Namun kembali rebound pada hari Senin dan Selasa. Selanjutnya pasar akan menanti laporan data NFP diakhir pekan.
Ulasan Analisa Fundamental: Emas diperdagangkan di sekitar $2.885, naik karena pelemahan Dolar AS (USD). Pasar keuangan memulai minggu ini dalam mode optimis, dibantu oleh data ekonomi makro yang dirilis sepanjang paruh pertama hari ini. Sementara itu, logam mulia mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik. Di satu sisi, Purchasing Managers' Indexes (PMI) NBS China lebih baik daripada yang diantisipasi pada bulan Februari, dengan hasil indeks naik menjadi 50,2 dari 49,1 pada bulan Januari, sementara indeks non-manufaktur naik menjadi 50,4 dari 50,2. Selain itu, S&P Global merilis estimasi akhir PMI Manufaktur Februari untuk negara-negara besar, merevisi naik sebagian besar dari mereka. USD memperpanjang penurunannya setelah AS melaporkan bahwa PMI Manufaktur ISM resmi turun menjadi 50,3 di bulan Februari dari 50,9.Di sisi lain Presiden AS Donald Trump bertemu dengan para pembantunya untuk membahas pembatalan bantuan militer ke Ukraina.
Ulasan Analisa Teknikal: Pada grafik harian, emas berbalik bullish. Sementara itu grafik mingguan turut mendukung pola bullish. Sementara itu grafik 4 jam, mulai turut mendukung rebound untuk menguji resistance $2895.20, $2900.40 hingga $2909.30. di sisi lain turunnya nampak terbatas di support $2877.60, $2866.20, $2853.35 hingga $2835.50. Range harian diperkirakan akanbergerak dalam area $2909.30 sd $2850.65.