- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas (XAU/USD) bergerak rebound ke sekitar $2.625 selama awal sesi Asia hari Senin. Tarif dan kebijakan perdagangan Donald Trump dapat memicu konflik perdagangan, sehingga mendukung logam mulia. Namun, prospek penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang lebih sedikit pada tahun 2025 dapat membatasi kenaikan harga Emas. Volume perdagangan terlihat masih sepi dari biasanya menjelang liburan Tahun Baru.
Ulasan Analisa Fundamental: Potensi kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih dapat mengintensifkan ketegangan perdagangan global, memicu krisis geopolitik dan kemungkinan akan mengangkat harga Emas. “Ketegangan perdagangan, potensi konflik, dan kebijakan yang tidak dapat diprediksi di bawah kepemimpinannya dapat mendorong investor ke emas sebagai aset safe haven,” kata direktur pelaksana RiddiSiddhi Bullions Limited. Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell saat ini berupaya untuk menyeimbangkan independensi bank sentral sambil menghindari konfrontasi dengan Donald Trump. Tindakan penyeimbangan ini telah terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Powell menekankan bahwa the Fed tidak akan berspekulasi tentang bagaimana kebijakan di masa depan dapat mempengaruhi suku bunga.
Ulasan Analisa Teknikal: Pada grafik harian, emas Nampak bergerak netral dengan kenaikan terbatas. Sementara pada grafik 4 jam, terlihat naik terbatas. Ada resistance yang cukup solid nampaknya di area $2632.35/$2638.20onz. Namun demikian, bila terlewati dapat melanjutkan ke level berikutnya di area $2652.40, $2668.20. sementara turunnya dapat menguji leel support $2609.50, $2594.40 hingga $2580.30. Range harian Senin diperkirakan dalam kisaran antara $2638.40 hingga $2609.35.