- by admin
- Oct 17, 2024
Emas mencapai level terendah pertengahan Maret di tengah eskalasi perang dagang AS-RRT dan sentimen penghindaran risiko global. Trump membantah rumor jeda tarif selama 90 hari, mendorong index dolar (DXY) Kembali menguat ke 103,29 dan imbal hasil tenor 10 tahun naik ke 4,147%. Investor menunggu notulen FOMC, CPI, dan PPI; prospek inflasi dan spekulasi penurunan suku bunga menjadi tidak pasti.
Ulasan Analisa Fundamental: Harga emas (XAU) memperpanjang koreksi
dan anjlok lebih dari 2% pada hari Senin karena investor beralih ke dolar AS,
dengan kebijakan perdagangan AS yang memicu spekulasi resesi global.
XAU/USD diperdagangkan pada $2,971, level terendah sejak pertengahan Maret,
di bawah $3,000. Dollar kembali menguat setelah mencapai level terendah enam
bulan pada minggu lalu, setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan
tarif balasan pada hari Rabu. Jumat lalu, China membalas dengan mengenakan
bea masuk sebesar 34% untuk semua impor dari AS, memicu gejolak di pasar
keuangan karena sebagian besar indeks ekuitas global membukukan kerugian.
Di minggu ini, agenda ekonomi AS akan diisi dengan rilis notulen rapat Komite
Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada hari Rabu, diikuti dengan pengumuman
data inflasi konsumen dan produsen, namun demikian data inflasi CPI
diperkirakan turun menjadi 2.6% dari sebelumnya 2.8%.
Ulasan Analisa Teknikal: Harga emas terlihat melanjutkan fase koreksi,
merespon penguatan dolar karena naiknya imbal hasil obligasi AS. Potensi
koreksi lanjutan menguji support $2970,40, $2950.50 hingga $2933.50.
Sebaliknya, potensi naiknya XAU/USD menguji resistance $3005.30, $3026.80
hingga $3056.40. fluktuasi emas hari ini diperkirakan bergerak dalam range
antara $3057.00 hingga $2970.00. Emas terbatas penurunannya bila laporan
data CPI AS dirilis turun. Karena hal itu memberi peluang turunnya suku bunga.