- by admin
- Oct 17, 2024
Emas terkoreksi pada hari Selasa setelah mencetak rekor tertinggi baru di atas
$4.634 per ons, kemudian turun ke level $4.569 di tengah munculnya dukungan
dari berbagai pihak terhadap kebijakan Powell untuk berhati-hati dalam
menurunkan suku bunga. Penguatan dolar AS terjadi setelah rilis data inflasi
yang sesuai perkiraan yang didukung naiknya imbal hasil obligasi AS. Namun
demikian, koreksi emas nampak sementara karena kerentanan geopolitik global.
Ulasan Analisa Fundamental: Dolar AS sedikit melemah di awal sesi Amerika,
setelah rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS), tetapi dengan
cepat melanjutkan kenaikannya, di tengah maraknya dukungan bagi Powell atas
kebijakan the Fed dan independence bank sentral. CPI naik pada laju tahunan
sebesar 2,7% pada bulan Desember, sementara kenaikan bulanan sebesar
0,3%, sesuai perkiraan. Inflasi inti dilaporkan masing-masing sebesar 2,6% dan
0,2%, sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan tetapi sesuai dengan angka
bulan November. Angka-angka tersebut menegaskan kembali pandangan pasar
bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga tidak berubah
dalam waktu dekat, Namun, karena suasana suram yang mendominasi pasar
keuangan, penurunan harga logam mulia tersebut terbatas. Sementara itu,
Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 25% untuk negara-negara yang
berbisnis dengan Republik Islam Iran.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Selasa, harga emas naik
setelah rilis data CPI ke $4634/onz. Grafik harian nampak masih melanjutkan
pola bullish. Sementara di pasar Asia hari Rabu, harga emas Kembali naik karena
faktor geopolitik yang rentan. Penurunan emas terbatas di level support $4565,
$4549 hingga $4521. Sementara naiknya emas mengiji resistance $4640, $4657,
hingga $4680. Emas diperkirakan berak dalam rentang antara $4565 hingga
$4650. hari ini data Retail Sales AS akan menjadi fokus.