Bila Pertemuan AS-Iran Berjalan Lancar Harga Minyak Berpeluang Lanjut Turun


Bila Pertemuan AS-Iran Berjalan Lancar Harga Minyak Berpeluang Lanjut Turun
Bila Pertemuan AS-Iran Berjalan Lancar Harga Minyak Berpeluang Lanjut Turun
88 views

(Reuters) – Harga minyak mentah berjangka AS melanjutkan penurunannya pada hari Jumat, menuju penurunan mingguan pertama dalam beberapa minggu, karena kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah mereda seiring investor fokus pada hasil pembicaraan nuklir AS–Iran di Oman pada hari itu.

Harga minyak mentah Brent turun 50 sen, atau 0,74%, menjadi 67,05 dolar per barel pada pukul 01.02 GMT, setelah ditutup 2,75% lebih rendah pada sesi sebelumnya. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di 62,77 dolar per barel, turun 52 sen atau 0,82%, setelah ditutup 2,84% lebih rendah pada hari Kamis.

Patokan harga tersebut menuju penurunan mingguan pertama dalam lebih dari sebulan dan telah turun lebih dari 3% dari level tertinggi hampir enam bulan yang dicapai pada akhir Januari, ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran.

Kedua negara sepakat untuk mengadakan pembicaraan di Oman pada hari Jumat, di tengah meningkatnya ketegangan karena AS meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah dan para pemain regional berupaya menghindari konfrontasi militer yang dikhawatirkan banyak pihak dapat berkembang menjadi perang yang lebih luas.

Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz antara Oman dan Iran. Anggota OPEC lainnya, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui selat tersebut, begitu pula Iran.

“Meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran telah berkontribusi pada kenaikan harga minyak,” kata analis Capital Economics dalam sebuah catatan. “Tetapi kami berpikir bahwa kekhawatiran geopolitik akan mereda karena fundamental yang lemah,” lanjut mereka, menunjuk pada pemulihan produksi minyak Kazakhstan yang akan membantu mendorong harga minyak lebih rendah menuju 50 dolar per barel pada akhir tahun 2026.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like

" />
Jumat, Maret 13, 2026 15:02:25 Jakarta, Indonesia